BARABAI- KEBIASAAN buang air di sungai dianggap sebagai perilaku tidak sehat. Mencemari air sungai.
Kepala Dinas Kesehatan HST, dr Desfi Delfiana Fahmi menjelaskan di kotoran manusia ada E.coli. Bakteri ini juga ada yang berbahaya. “Berpotensi menambah kadar E.coli di air sungai,” jelasnya, Minggu (30/6).
Dampak lebih buruknya bisa menyebabkan penyebaran penyakit menular.
“Potensi menimbulkan penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, tifus, cacingan,” ungkapnya.
Pihaknya sudah berupaya menyadarkan warga untuk melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). “Sosialisasi gencar dilakukan, dan melakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pemicuan untuk mengubah perilaku BAB sembarangan di sungai,” bebernya.
Dokter Desfi menjelaskan Dinkes HST juga memberikan bantuan kepada warga yang masih BAB sembarangan. Bantuan itu berupa stimulan sekaligus edukasi untuk pembuatan jamban sehat.
Seperti pemberian bahan bangunan untuk membuat septic tank, dan dudukan kloset leher angsa.
“Sedangkan untuk pembangunan fi sik sarana sanitasi dilakukan Dinas PUPR dan Perkim,” terangnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief