BARABAI - Tahulah pian? Makna dari ungkapan Suku Banjar "buruk sikuan"? Ungkapan ini muncul dari tradisi lisan masyarakat Banjar.
Istilah ini digunakan untuk menjelaskan tentang komitmen dan keikhlasan seseorang dalam memberi sesuatu.
Istilah buruk sikuan ini menggambarkan saat seseorang mengambil kembali sesuatu yang sudah diberikan kepada orang lain. Istilah ini masih hidup dan digunakan saat menyebut tindakan itu.
Tidak diketahui apakah ini hanya kiasan atau kepercayaan saja. Namun, warga Banjar percaya bahwa siku seseorang akan membusuk di akhirat kelak jika mengambil barang yang sudah diberikan.
Contoh kasus yang menunjukkan fenomena ini. Orang tua yang menghibahkan hartanya jadi tanah wakaf untuk kepentingan umum. Tapi, setelah orang tua itu meninggal, ahli warisnya menarik lagi harta yang dihibahkan.
Lantas dari mana asal-usulnya? Istilah ini dinilai sudah ada sejak zaman dahulu. Terutama dalam mengikrarkan janji dan sumpah sakral. Saat komitmen ini tak dilaksanakan maka berdampak langsung pada anggota tubuh.
Ungkapan buruk sikuan ini dikutip melalui buku berjudul “Tatarang Tangguk” karya Noorhalis Majid, seorang penulis dan politikus Kalsel.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief