BANJARMASIN - Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di peringati Pemko Banjarmasin dengan menanam sebanyak 1.200 bibit pohon, Jumat (21/6) pagi.
Bibit pohon yang ditanam adalah pohon endemik. Seperti misalnya pohon kasturi dan kayu ulin. Lokasinya, berada di kawasan Taman Patih Masih, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menjelaskan, penanaman ini merupakan program lanjutan. Bagian dari program satu rumah satu pohon.
"Melalui upaya ini, kami berharap bisa mengurangi polusi udara di Banjarmasin,” ucapnya, seusai kegiatan.
Kemudian, ia menginginkan, penanaman ini juga dapat menambah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Seribu Sungai.
Mengingat saat ini, luas RTH di Banjarmasin masih sangat minim. Baru tersedia seluas 3,2 persen, dari target seluas 30 persen.
Alive mengakui, mencapai luasan 30 persen dari total luas Kota Banjarmasin memang sangatlah sulit. Kendalanya, lantaran keterbatasan lahan yang ada. "Tapi setidaknya, keberadaan RTH bisa naik menjadi 3,5 persen," katanya.
Selain penanaman, dalam rangkaian puncak kegiatan tetsebut, juga dilakukan penandatanganan prasasti Taman Patih Masih, Kuin Cerucuk oleh Wali Kota, Ibnu Sina.
Kemudian, mengukuhkan lebih dari 500 orang penggerak lingkungan. Yang dahulunya diberinama satuan tugas kebersihan.
"Sekarang mereka menjadi penggerak lingkungan. Mereka sangat mumpuni untuk mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan," ucap Ibnu.
Menurut Ibnu, selain mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan, tugas mereka juga bisa mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarang.
Ini mengingat persoalan persampahan di Kota Banjarmasin masih menjadi PR besar bagi pemko. Maka menurut Ibnu, perlu ada upaya pasti dalam mengantisipasi.
"Terutama oknum nakal yang membuang sampah sembarang. Padahal pembuangan sampah sudah dijadwalkan," keluhnya.
Ibnu mengatakan, ke depan bakal ada patroli dan penegakan hukum agar ada efek jera bagi pembuang sampah sembarangan.
"Di sisi lain, kami juga meminta masyarakat sendiri untuk menjaga dan peduli terhadap lingkungan," harapnya.
"Kami perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak untuk peduli lingkungan. Tidak bisa kalau hanya mengandalkan pemerintah," tandasnya.
Editor : Arief