BANJARMASIN - Penerimaan Peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK dan SLB dimulai pada 24-26 Juni 2024.
Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi pendidikan dan kesehatan mewanti-wanti agar PPDB jangan dijadikan lahan bisnis.
“Apalagi ada calo-calo yang menjanjikan bisa memasukkan siswa di luar ketentuan atau aturan,” tekan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Saipuddin, Rabu (19/6/2024).
Di proses PPDB tahun ini, agar tak terjadi hal-hal yang merugikan calon siswa, pihaknya membuka posko aduan melalui akun medsos dirinya.
“Silahkan lapor ke saya, datang langsung ke DPRD bisa juga, akan kami tindaklanjuti jika ada yang merasa dirugikan,” ujarnya.
Lutfi mengingatkan praktik culas dengan memanfaatkan komersial hingga percaloan akan berproses dengan hukum ketika ada pihak yang dirugikan.
“Jangan tebang pilih, apalagi dijadikan sebagai ajang bisnis,” pesannya.
Seperti diketahui, pada PPDB tahun ini, masih menerapkan jalur zonasi, jalur prestasi akademik, prestasi kejuaraan, afirmasi (siswa yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah), dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali.
Lutfi mengakui, di jalur zonasi masih sulit diterapkan secara maksimal, karena masih ada calon siswa yang dekat dengan rumah, malah tak bisa diterima.
“Jangan sampai ini terjadi, kami dari Komisi IV DPRD Kalsel akan melakukan supervisi,” janjinya.
Sisi lain, Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun mengatakan pada PPDB tahun ini, tim Disdikbud Kalsel akan langsung turun tangan ke semua sekolah.
Tim nantinya akan memberikan fasilitas kepada calon siswa yang tak memiliki perangkat handphone.
“Memang sudah ada dari sekolah, tapi tahun ini, tim Disdik Kalsel akan turun tangan langsung mengawal PPDB di sekolah,” ujarnya.
Madun mewanti-wanti para orang tua bijak memilih jalur PPDB.
Dia mencontohkan, jika sang anak memiliki prestasi, maka bisa memilih jalur prestasi.
Dan jika rumah dekat dengan sekolah, maka memilih sekolah yang dekat.
“Ini yang harus diperhatikan, apalagi yang jalur afirmasi harus menyiapkan syarat yang sudah ditetapkan, seperti KIP, PKH atau KPS,” tekannya.
Dia memastikan saat ini tak ada lagi sekolah favorit, semua sekolah sebutnya sama saja.
“Kurikulumnya sama, sampai Kepala Dinasnya pun sama, jadi tak ada favorit, semua sama,” selorohnya.
Selain sudah menyusun jadwal PPDB, pihaknya juga menetapkan jadwal pengumuman kelulusan, daftar ulang, hingga awal tahun ajaran baru 2021/2022.
Jadwal pengumuman kelulusan dilaksanakan pada 28 Juni 2024, sedangkan daftar ulang dilakukan pada 1-3 Juli 2024 mendatang.
“Kami juga sudah menyusun jadwal yang lain, yakni untuk pengenalan lingkungan sekolah dilaksanakan 15-17 Juli 2024, sekaligus memulai tahun ajaran baru,” papar Madun.
Editor : Fauzan Ridhani