RANTAU – Kain sasirangan semakin tumbuh di Kabupaten Tapin. Terbukti hingga sekarang ada 19 motif yang dibuat oleh para pengrajin.
Sekretaris Dinas Perindustrian Tapin Nurul Kamariah memberitahukan bahwa hingga saat ini Tapin memiliki 4 Industri Kecil Menengah (IKM) sasirangan unggulan.
“Mulai Sasirangan Timbaan, Cintawari, Budi Mulya dan Salam Babaris,” katanya, Rabu (19/6).
Adapun motif khas yang menjadi ciri sasirangan Tapin ada 19 Motif, yakni motif Naga Balahendang, Bawang Tunggal, Panting Polantan, Gasing Kemuning, Ayunan Raja Datu Ujung, Dandang Badangung, Wayang Topeng, Parang Balingan, dan Buhan Tikup.
“Kemudian ada motif Papan Suruy, Halang Manyaung, Layang-Layang Bakacak Pinggang, Papakuan, Anak Bajang Baganding Tangan, Daun Sirih, Daun Salam, Tugu Sirang Pitu, Daun Jeruju, dan Motif Purun,” ucapnya.
Setiap motif yang dibuat oleh pengrajin sasirangan, ada filosofinya.
“Jadi tergantung wilayah yang membuat motifnya,” ucapnya.
Diberitahukannya, kain Sasirangan menurut beberapa Fashion Designer Nasional memiliki beberapa keunggulan jika dibanding dengan jenis kain dari daerah lain di Indonesia.
“Diantaranya adalah warna dan design yang variatif dan berani. Sehingga lebih bisa mengikuti dan up to date terhadap tren mode,” paparnya.
Melihat kian cerah prospek kain sasirangan maka bisa diambil kesempatan untuk dijadikan sebagai sebuah peluang pasar.
“Bisa dimasuki oleh para IKM Sasirangan khususnya di Kabupaten Tapin,” katanya.
Editor: Arif Subekti