Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bersiap Pengerjaan Tahap Pertama

Wahyu Ramadhan • Kamis, 13 Juni 2024 | 08:21 WIB
PROYEK BESAR: Sungai Veteran adalah salah satu kawasan yang masuk dalam proyek NUFReP.
PROYEK BESAR: Sungai Veteran adalah salah satu kawasan yang masuk dalam proyek NUFReP.

BANJARMASIN - Proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) bakal segera dimulai.

Kepala Bidang Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathony mengungkapkan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sudah mulai melelangkan kegiatan tersebut.

"Bulan Juli, dipastikan sudah ada pemenang dan sudah berkontrak," ungkapnya, Rabu (12/6).

Thony menjelaskan, proyek ini bakal dimulai dari Sungai Veteran. Dibagi dalam beberapa tahap. Sebagai permulaan, pengerjaan berlangsung dari kawasan Kelenteng Soetji Nurani sampai Jalan Simpang Sungai Ulin.

"Yang lebih dulu dikerjakan itu yang pembebasan lahannya sudah beres," ujarnya.

Ia mengakui, bahwa pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai. Karena masih ada pemilik bangunan yang belum setuju dengan harga yang ditawarkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Padahal untuk pembebasan lahan tahap pertama ini, Pemko Banjarmasin menyiapkan anggaran hingga Rp90 miliar. Itu dari total biaya pembebasan lahan keseluruhan yang digadang-gadang mencapai Rp300 miliar.

Meski demikian, pengerjaan akan tetap dilakukan sesuai jadwal. Thony melanjutkan, untuk pengerjaan di tahap pertama itu berupa pembuatan jalan baru di sekitar Jalan Simpang Sungai Ulin.

Ia menggambarkan, ketika keluar dari Jalan Simpang Sungai Ulin atau arah Duta Mall, pengendara tak lagi melintasi jembatan. Tapi langsung berbelok ke area ruko atau perumahan.

"Di kawasan area ruko atau perumahan itulah jalan baru akan dibangun. Semacam pile slab," jelasnya.

Ia berharap pengerjaan normalisasi Sungai Veteran tahap pertama ini berjalan dengan baik.

"Agar masyarakat bisa melihat hasilnya. Sehingga di tahap selanjutnya bisa lebih nyaman," tutupnya.

Mengingatkan pembaca. Program NUFReP merupakan proyek Ketahanan Banjir Perkotaan Nasional. Di Indonesia, Banjarmasin adalah salah satu kota yang terpilih.

Program NUFReP, berjalan dalam jangka waktu sekitar empat sampai lima tahun, yakni dari tahun 2023 hingga tahun 2028 mendatang.

Pembiayaan ditanggung oleh Bank Dunia, dengan kucuran dana sebesar Rp1 triliun.

Kemudian, tidak hanya Sungai Veteran saja yang dinormalisasi. Namun, juga menyasar sungai-sungai lainnya.

Sebagian di antaranya yakni sungai di kawasan Jalan Soetoyo S, sungai di Jalan Ahmad Yani, Sungai Guring, Sungai Pekapuran dan lain sebagainya.

Editor : Muhammad Helmi
#Sungai #Sungai veteran #BWS Kalimantan III