BANJARMASIN - Mantan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H Abdul Wahid meninggal dunia pada usia 64 tahun di Banjarmasin, Kamis (6/7) sore.
Wahid menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan di RS TPT Dr R Soeharso Teluk Dalam.
Seperti diketahui, Wahid berstatus sebagai warga binaan di Lapas Teluk Dalam karena terseret kasus korupsi.
Kepala Lapas Teluk Dalam Banjarmasin Faozul Ansori mengatakan, Wahid meninggal dunia pada pukul 16.10 Wita karena serangan jantung. "Dari pidana 8 tahun subsider 6 bulan, beliau telah menjalani 2 tahun," katanya.
Wahid diketahui lahir di Amuntai pada 27 Februari 1960. Jenazah mantan politisi senior Golkar Kalsel tersebut langsung dibawa ke HSU untuk disemayamkan di rumah duka di Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan.
Dari pantauan Radar Banjarmasin, rumah duka di Kompleks BTN RW 03, RT 08 di Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan dipadati pelayat.
Menurut keponakan Almarhum, Nazi, istri Abdul Wahid, Anisah Rasyidah sempat datang menjenguk di Lapas Teluk Dalam pada hari yang sama. "Menurut sidin (istri), paman (Wahid) masih dalam keadaan sehat," ucapnya.
Namun, pada sore harinya Wahid dikabarkan mendadak drop dan dinyatakan meninggal dunia. “Beliau sempat dirawat di RS TPT Dr R Soeharso Teluk Dalam dan akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.
Sisi lain, Kepala Desa Kota Raja, Ahmad Sayuti, mengatakan, informasi dari pihak keluarga, kifayah pertama akan berlangsung di Masjid At-Taqwa Amuntai sekaligus Salat Jumat pada hari ini (7/7).
Baca Juga: Aset Abdul Wahid Dilelang: Termasuk Milik Sang Anak, Almien Ashar Safari
Selanjutnya habis di Masjid At-Taqwa Amuntai, jenazah kemudian menuju rumah duka dan kifayah kedua berlangsung di Masjid Kota Raja. “Untuk pemakaman di alkah dekat rumah Almarhum,” katanya.
Sekda HSU Adi Lesmana, mewakili Pj Bupati HSU Zakly Asswan menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya mantan Bupati HSU dari 2012 sampai 2021 tersebut.
“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten HSU sangat kehilangan dengan sosok beliau. Doa kami mudahan beliau Husnulkhatimah dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar HSU Sahrujani, mengatakan, semasa hidup, Wahid merupakan sosok pemimpin yang cukup merakyat. Dan termasuk mentor politiknya.
“Kami turut berduka. Semoga Almarhum Husnulkhatimah dan diberikan ampunan. Pada keluarga ditinggal diberi ketabahan,” singkatnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief