BANJARBARU - Salah satu fasilitas umum ramah anak yang tersedia di Banjarbaru adalah Taman Mawar Lansia. Ruang publik yang berlokasi di Jalan Melati No.17, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara ini merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diprogramkan untuk memberi kenyamanan bagi warga Kota Idaman.
Tak hanya lokasinya yang mudah dijangkau, situasi di sekitaran Taman Mawar Lansia juga ikut mendukung kenyamanan pengunjung.
Di sekitaran Taman Mawar Lansia bisa dijumpai dengan mudah pohon-pohon berukuran besar yang membuat suasana terasa lebih sejuk. Kondisinya masih terjaga dan masih bersih.
Meski dinamai dengan Taman Mawar Lansia, fasilitas yang disediakan terbilang lengkap dan bisa digunakan semua usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Pada 22 Februari 2024 tadi, Pemko Banjarbaru resmi menjadikan Taman Lansia Mawar sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Di sini tersedia beragam fasilitas mulai dari alat olahraga, wahana bermain anak, musala, kursi bersantai, toilet, hingga batu refleksi.
Untuk anak-anak tersedia fasilitas berupa wahana permainan seperti ayunan, jungkat jungkit, perosotan, jaring laba-laba, jaring panjat, hingga besi panjat.
Taman Mawar Lansia juga memiliki lahan yang terbilang luas hingga bisa digunakan anak-anak dengan leluasa untuk bermain, berlari, hingga berkegiatan. Termasuk permainan tradisional seperti dhingklik oglak-aglik.
Usai diresmikan menjadi RBRA, Taman Mawar kini semakin diminati oleh anak-anak sebagai tempat bermain dan berkumpul bersama, baik dengan teman-teman maupun orang tua.
Tidak hanya menyediakan wahana permainan, taman ini juga didukung oleh keberadaan berbagai jenis tanaman, yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tentang flora. Apalagi informasi tersedia mengenai setiap pohon yang tumbuh di area tersebut.
Di sudut-sudut taman, terdapat bangku-bangku kayu yang menjadi tempat istirahat para orang tua untuk menyaksikan kebahagiaan anak-anak mereka.
Beberapa kelompok anak terlihat sangat senang bermain di taman ini. Salah satunya adalah Alvaro. Siswa SD di Kelurahan Komet ini terlihat asyik di wahana permainan. “Sangat senang bermain di sini, terutama main perosotan,” ujar Alvaro.
Selain banyak permainan, ia menyebut bahwa Taman Mawar bikin ketagihan. “Ingin balik lagi main di taman ini,” ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Abdussamad mengatakan ruang bermain ramah anak memberikan ruang untuk anak dari diskriminatif. “Dengan adanya taman ini agar anak bisa mempunyai ruang bermain, terus berkembang lebih baik,” katanya.
Abdussamad mengatakan keberadaan taman ini sebagai upaya percepatan mewujudkan Kota Layak Anak. “Di taman ini lansia dan anak–anak bisa bermain bareng. Pemerintah akan terus memberikan ruang yang ramah dan layak anak untuk menuju Kota ramah anak,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk San Keluarga Berencana (P3AMP2KB), Puspa Kencana menjelaskan sebelumnya sudah mempunyai Taman Ramah Anak di Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar yang sudah bersertifikasi Madya. “Untuk Taman Mawar tahun lalu, nilainya 340. Tahun ini, menjadi 900 penilaian asesmen mandiri,” ungkapnya.
Puspa mengatakan bahwa Taman Mawar sudah sesuai indikator SNI seperti taman bermain anak, pojok baca, dan sudut baca literasi.
Keberhasilan penerapan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di taman atau ruang publik didasarkan pada delapan prinsip. Antara lain gratis, non diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, partisipasi anak, aman dan selamat, nyaman, kreatif dan inovatif, dan sehat.
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengakui keberadaan RBRA Taman Mawar ini merupakan bentuk keseriusan Pemko membangun Banjarbaru sebagai kota yang ramah anak. Apalagi keberadaan taman ramah anak menjadi salah satu indikator kemajuan pembangunan daerah.
Ia menegaskan indikator kemajuan pembangunan bukan dari segi fisik saja. Namun, juga pembangunan metal masyarakat mulai sejak dini. “Taman ini sebagai tempat mengakomodasi anak bermain, melindungi dari hal–hal yang membahayakan, membangun karakter anak baik mental, spiritual, sosial, dan intelektual,” terangnya.
Aditya juga mengatakan bahwa taman ini akan dilengkapi fasilitas agar anak merasa betah dan aman. “Semoga taman ini menjadi taman ramah anak yang menyenangkan. Sudah ada CCTV untuk memantau aktivitas anak,” tambahnya.
Ia juga akan menjadikan Taman Van Der Pielj pada tahun 2024 ini, menjadi Taman Ramah Anak yang ketiga di Kota Banjarbaru.'
Selain dua taman tersebut, ada satu taman lagi yang dinilai sudah mengubah perwajahan Banjarbaru. RTH yang berlokasi di kawasan Pembatuan.
Warga yang tinggal di wilayah tersebut, Slamet mengakui RTH itu membuat wilayah sekitar tempat tinggalnya lebih aman dan ramah anak. “Karena dengan taman (RTH, red) di sini, membuat anak-anak kami bisa bermain secara aman. Selain itu juga membuat aktivitas prostitusi di wilayah ini berkurang,” ungkap Slamet.
Menurutnya, fasilitas di taman yang tepat bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Landasan Ulin membuat lingkungan lebih terlihat ramah. “Tidak mencekam seperti dulu. Tindakan kriminal juga sangat berkurang,” tambahnya.
Warga Guntung Manggis, Eko sengaja membawa anaknya bermain ke taman di kawasan eks-lokalisasi Pembatuan tersebut. “Seru buat tambahan tempat bermain anak-anak.
Membawa anak, cucu, keponakan. Biasanya malam pun juga masih ada yang bermain di sini,” ujarnya.
Menurutnya, taman ini jadi penawar untuk membersihkan stigma buruk bagi wilayah Pembatuan. “Karena ramai dikunjungi orang, jadi aktivitas negatif di sini jauh berkurangnya dibandingkan dulu. Anak-anak kami pun bisa bermain sampai malam,” terangnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief