BANJARBARU - Sebagai bentuk sinergisitas dalam penanganan search and rescue, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru, Senin (6/5) pagi.
Kepala Basarnas Banjarmasin Al Amrad menuturkan, dalam proses evakuasi pihaknya kerap terkendala mobilisasi penanganan tindak lanjut ke pihak rumah sakit.
"Kita di sini punya medis, tapi masih dalam bentuk pertolongan pertama, jadi kita memerlukan rumah sakit untuk tindak lanjut korban," ucapnya.
Dengan adanya kerja sama bersama rumah sakit, Amrad berharap dapat mengakomodir kelanjutan penyelematan korban.
Direktur Umum RSD Idaman Kota Banjarbaru dr. Danny Indrawardana mengapresiasi dan berterimakasih atas sinergisitas yang terjalin. "Ini menjadi satu titik tolok ukur agar semua kegiatan terutama find and rescue bisa berjalan maksimal," ucapnya.
Dr. Danny juga mengklaim secara infrastruktur rumah sakit milik pemerintah Kota Banjarbaru ini siap menjadi rumah sakit rujukan SAR. "Setelah ini ada pembahasan teknis. Akan kita sampaikan apa yang dimiliki dan dikembangkan, semoga bisa cocok dengan program Basarnas," sebutnya.
Perihal adanya saran pembangunan helipad di RS Idaman, Dr. Danny menyatakan pihaknya punya masterplan untuk kedepannya. "Kalau dibutuhkan helipad, akan kita pikirkan kembali kedepannya. Ini suatu ide yang menarik," imbuhnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief