Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Museum Kayuh Baimbai: Koleksi Masih Kurang Variatif, Sabtu-Minggu Masih Tutup

Wahyu Ramadhan • Sabtu, 27 April 2024 | 08:52 WIB
MUSEUM KOTA: Pengunjung Museum Kayuh Baimbai melihat-lihat koleksi perabot keramik antik.
MUSEUM KOTA: Pengunjung Museum Kayuh Baimbai melihat-lihat koleksi perabot keramik antik.

BANJARMASIN - Museum Kayuh Baimbai atau Museum Kota Banjarmasin mulai dibuka untuk umum sejak 21 Februari 2024 lalu.

Waktu operasionalnya Senin-Jumat, pukul 08.00-15.00 Wita. Masuknya gratis.

Belum lama ini, Radar Banjarmasin mengunjungi museum di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan tersebut.

Ada sebanyak 87 benda koleksi. Dari senjata, piring kuno, bejana antik, dan mata uang lawas.

Museum di seberang Sungai Martapura itu cukup bersih dan rapi. Pengunjung yang datang disambut alunan lagu Banjar.

Seperti Rabu (24/4) tadi, lagu berjudul Ampat Lima karya Anang Ardiansyah terdengar merdu.

Mengacu buku tamu, sudah ratusan pengunjung yang datang. Bagaimana tanggapan pengunjung?

Koleksi Museum
Koleksi Museum

Melihat kolom kritik dan saran di buku tamu, banyak pengunjung yang meminta agar koleksi museum ditambah dan lebih bervariasi. Tidak melulu memamerkan senjata.

Petugas museum, Riata menerangkan, koleksi museum yang dipajang saat ini kebanyakan milik Syarifuddin Noor.

Ia ahli waris atau pemilik rumah terdahulu, sebelum dibeli Pemko Banjarmasin untuk dijadikan museum.

"Sewaktu-waktu, benda-benda koleksi ini bisa saja diganti," ujarnya.

Pihak museum membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menitipkan atau menghibahkan benda bernilai sejarah.

Museum ini juga menampilkan sejumlah artikel tentang perjalanan panjang Kota Seribu Sungai. Tak tanggung-tanggung, disediakan dua ruangan khusus untuk memajang artikel-artikel tersebut.

Di pojok lain, pengunjung bisa membaca buku tentang seni dan budaya Banjar. Lalu, studio mini untuk memutar video-video yang berkaitan dengan Banjarmasin.

Rekan Riata, Tania menambahkan, kemungkinan waktu operasional museum akan ditambah.

"Rencananya juga bakal dibuka pada Sabtu dan Minggu, tapi masih rencana karena perlu menambah jumlah petugas museum," jelasnya.

Sebab, pada hari libur lah masyarakat punya waktu luang untuk jalan-jalan ke museum. Sementara pada hari biasa, lebih banyak kunjungan dari pelajar

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #museum #benda bersejarah