BANJARMASIN - Ada puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGH) yang ditampung di Rumah Singgah Baiman milik Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo.
"Orang gila yang kami tampung sampai hari ini berjumlah 60 orang," kata Kadinsos Banjarmasin, Dolly Syahbana, belum lama ini.
Mereka menghuni shelter baru. Bangunan tiga blok dengan 15 ruangan. Satu ruangan cukup menampung enam orang.
"Selain menampung ODGJ, kami juga menampung 12 lansia terlantar," ujarnya.
Dolly mengakui, masih banyak ODGJ terlantar yang berkeliaran di jalan. Sebab rumah singgah tak sanggup menampung mereka semua.
ODGJ yang meresahkan biasanya dilaporkan masyarakat. Lalu direspons tim reaksi cepat Satpol PP.
Setelah diamankan, akan diasesmen selama tujuh hari. Jika kondisinya parah, dikirim ke RSJ Sambang Lihum.
Persoalannya, dalam banyak kasus, banyak keluarga yang enggan menerima ODGJ itu kembali.
"Makanya banyak yang tinggal berlama-lama di rumah singgah," katanya.
Untuk makanan dan obat-obatan mereka, Dinsos mengalokasikan anggaran Rp250 juta setahun.
Pada tahun 2025, Dinsos berencana menambah daya tampung rumah singgah. Membangun poliklinik jiwa dan ruang asesmen.
"Karena refocusing anggaran, lalu batal pada 2024. Akan direalisasikan 2025 mendatang," pungkas Dolly.
Terpisah, Kasatpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin meminta masyarakat melaporkan keberadaan ODGJ yang kerap mengamuk dan mengganggu.
"Tim reaksi cepat kami siaga 24 jam, piket bergantian setiap hari," ujarnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief