RANTAU – Kasus stunting di Kabupaten Tapin kembali turun, walaupun tak siginifikan. Angkanya 14,4 persen, sebelumnya 14,5 persen.
Sekda Tapin Sufiansyah bersyukur angka stunting di Tapin bisa turun walaupun tidak begitu banyak.
“Jadi kita posisi ketiga dari Kabupaten atau Kota lain di Kalsel dalam penurunan stunting,” ucapnya, Jumat (26/4).
Karena sebelumnya Sekda menduga, angka stunting akan naik karena seluruh desa jadi lokasi khusus (lokus) stunting.
“Alhamdulillah setelah audit seluruh desa, ternyata ada penurunan walaupun tidak begitu besar,” ucapnya.
Diberitahukannya di auditnya seluruh desa yang ada di Kabupaten Tapin, tidak lain untuk mendapatkan data real penderita stunting di Bumi Ruhuy Rahayu.
“Kalau ada data real, penanganannya akan masif dilakukan,” paparnya.
Dalam penanganannya tidak hanya dari Pemerintah Daerah saja.
“Tapi dari segenap pihak juga akan terlibat, termasuk perusahaan,” paparnya.
Sekda juga yakin seandainya yang di audit hanya sebagian desa saja, kemungkinan angka stunting di Bumi Ruhuy Rahayu bisa berada di angka 10 persen.
“Tapi kita ingin melihat data real di lapangan, makanya seluruh desa di audit,” paparnya.
Editor : Arief