Belum lama tadi, Dinas Perhubungan Banjarmasin menggelar rapat persiapan bersama camat, lurah dan ketua RT setempat.
Mayoritas pedagang pun telah mengetahui rencana normalisasi jalan yang diapit Pasar Lama dan Sungai Martapura.
"Kemungkinan normalisasinya di bulan Mei," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, Kamis (25/4).
Pekan ini bakal ada sosialisasi terakhir kepada pedagang di kawasan tersebut. Hasilnya akan dilaporkan ke wali kota.
"Pedagang keberatan atau tidak, tetap saja kawasan itu dinormalisasi. Demi mengembalikan fungsi kawasan itu seperti semula, sebagai ruas jalan," tegasnya.
"Normalisasi kami pastikan berjalan humanis dan persuasif," jamin Febpry.
Normalisasi dimulai dari turunan Jembatan 9 November atau Jembatan Pasar Lama hingga ke arah Jembatan Sulawesi II.
Selama bertahun-tahun, jalan itu "menghilang" ditelan lapak dan tenda pedagang. Beralih fungsi menjadi pasar.
Bagi pedagang yang terdampak, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, Ichrom Muftezar menawarkan solusi.
"Tawaran itu masih berlaku. Pedagang bisa mengisi lapak kosong di dalam Pasar Lama," ujarnya, Rabu (24/4).
"Di situ masih ada lapak kosong yang bisa dipakai pedagang," tutupnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Jalan Pasar Lama Laut, Wati mengaku mendukung saja rencana pemko.
Perempuan 49 tahun itu pun menuturkan, lapak dagangan biasanya mulai digelar sejak dini hari.
Mulai ramai pukul 7 pagi. "Jangankan sepeda motor, untuk jalan kaki saja susah," ujarnya beberapa waktu lalu.
Wati juga tak keberatan direlokasi ke dalam Pasar Lama. Dia berharap, pemko juga membenahi kawasan perdagangan di sana.
"Perhatikan tempat parkirnya. Pengunjung nyaman, pasar pun ramai," harapnya. (war/fud)
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief