Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ZPEAK UP! Menolak Lupa Kampung Halaman

Wahyu Ramadhan • Senin, 15 April 2024 | 09:37 WIB
Ilustrasi mudik pakai motor
Ilustrasi mudik pakai motor

Mudik adalah tradisi lebaran orang Indonesia. Merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman, selalu dinantikan. Bagaimana gen Z memaknai tradisi mudik?

      ***
TAHUN ini, lagi-lagi Aprillia Hamdani tak bisa berlebaran di kampung halamannya di Makassar. Perkaranya, harga tiket pesawat yang meroket. Mahalnya kebangetan.

Alhasil, perempuan kelahiran April 2001 itu memilih berlebaran di Banjarmasin, Kota Seribu Sungai.

Untuk menebus rindu, April selalu menyempatkan pulang kampung. Walaupun tidak di momen Idulfitri.

"Bulan Februari tadi, sebelum Ramadan saya pulang," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Ahad (14/4).

Bagi alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu, mudik adalah pulang ke rumah tercinta.

Sebagai perantau, April sudah sembilan tahun tinggal di Banjarmasin, mudik adalah sebuah panggilan. Sebuah pengingat.

"Agar jangan terlalu jauh atau sampai lupa dengan rumah," katanya.

"Ketika mudik, bisa menemui keluarga dalam kondisi sehat adalah impian semua orang," tambahnya.

Selain keluarga, April juga kangen dengan kuliner khas kampung halaman. Baginya, kuliner Sulawesi Selatan akan selalu berada di urutan pertama.

Favoritnya adalah jalangkote. Jajanan mirip pastel. Bedanya terdapat pada kulitnya. Pastel memiliki kulit yang tebal, sedangkan kulit jalangkote itu tipis.

Isian jalangkote adalah daging cincang yang ditumis bersama potongan ubi jalar putih dan tauge. "Enak banget lho," tutupnya tersenyum.

Sementara bagi Dwiki Hamza Nugraha, mudik bukan sekadar berkumpul bersama keluarga besar. Baginya, mudik berarti nostalgia. Membuka kenangan masa kecil di kampung halaman.

"Entah itu kenangan bersama keluarga atau teman-teman masa kecil, dan tempat-tempat yang berkesan di masa lalu," ungkap pemuda kelahiran Oktober 1998 itu, kemarin.

Bedanya, bila tahun sebelumnya Dwiki mudik naik angkutan umum, tahun ini ia memilih kendaraan pribadi.

Naik vespa (skuter) dari Banjarmasin, ia menempuh jarak sejauh 650 kilometer menuju Buntok, Kalimantan Tengah.

"Ini tentang pengalaman dan perjalanan yang saya lewati menuju kampung halaman," ungkapnya.

Dan ada satu lagi yang selalu dirindukannya dari kampung halaman...

"Suasana kampung yang lebih asri dibanding kota besar," kata alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM tersebut.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#ZPEAK UP #mudik #lebaran