BANJARMASIN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarmasin terus meningkat. Hingga April 2024 sudah 41 kasus.
Atau hampir setengah jumlah kasus sepanjang 2023 kemarin. Yakni 88 kasus.
Padahal, pada awal tahun tadi hanya muncul tujuh kasus. Mengapa bisa meningkat sedrastis itu?
Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, dr Tabiun Huda menyebut faktor cuaca yang tidak menentu.
"Ini karena cuaca yang gonta ganti. Nanti hujan, nanti panas. Itu penyebabnya," ucapnya, Kamis (4/4).
Mencegah kejadian luar biasa (KLB), Dinkes meminta masyarakat memasifkan gerakan 3M plus. Menguras, menutup, dan mengubur.
Plusnya adalah menanam tanaman pengusir nyamuk atau menaburkan bubuk larvasida di wadah penampungan air.
"Atau, saat tidur gunakan kelambu atau lotion antinyamuk," pesannya.
Pesan tersebut harus direspons serius. Sebab, sudah tiga pasien yang meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
"Satu di antaranya meninggal dunia pada bulan April ini," ungkapnya. Sejauh ini, beberapa pasien masih dirawat di rumah sakit.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief