Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bagarakan Sahur Martapura, Festival Jalanan Meriah di Malam Ramadan

Sheilla Farazela • Senin, 1 April 2024 | 11:22 WIB
RAMAI: Warga Martapura bagarakan sahur meramaikan malam 20 ramadan, Minggu (31/3).
RAMAI: Warga Martapura bagarakan sahur meramaikan malam 20 ramadan, Minggu (31/3).

MARTAPURA - Tidak hanya orang dewasa, remaja bahkan anak-anak tak mau ketinggalan dalam tradisi tahunan 'Bagarakan Sahur' yang diselenggarakan di Desa Pesayangan, Kabupaten Banjar.

Minggu (31/3) pukul 01.30 Wita atau bertepatan 20 Ramadan 1445 H, ribuan warga tampak berbahagia dan tumpah ruah memadati ruas jalan Kota Martapura dengan segala atribut yang dikenakan.

'Bagarakan Sahur' ala masyarakat Martapura itu sendiri dimulai sejak pukul 01.00 dini hari hingga pukul 02.40 guna membantu masyarakat sekitar untuk bangun dari tidurnya guna melaksanakan makan sahur agar bisa berpuasa keesokan harinya.

Peserta Bagarakan Sahur menggunakan berbagai atribut dan kostum kreatif, mulai dari bendera, keranda, topeng hewan, hingga kostum hantu seperti pocong dan tuyul, serta kostum emak-emak yang mengundang tawa.

Bagarakan sahur yang diikuti warga dan kelompok BPK dari berbagai desa dan kelurahan tersebut mengambil rute start di depan Pondok Pesantren (Ponpes) Darusalam Martapura, Kelurahan Pesayangan, hingga kembali finish ke garis awal tersebut.

Tradisi Bagarakan Sahur telah berlangsung sejak lama di setiap ramadan, menunjukkan kegembiraan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci ini.

Namun, dengan perkembangan zaman, tradisi ini mengalami perubahan yang menarik perhatian, menjadi semacam festival jalanan yang meriah dengan penggunaan alat musik modern dan kostum yang kreatif.

Meskipun begitu, tetap perlu menjaga esensi dan nilai-nilai tradisional dalam melaksanakan Bagarakan Sahur, dengan memastikan tidak mengganggu kenyamanan dan khusyuk ibadah masyarakat.

Dengan viralnya Bagarak Sahur di Martapura, perlu adanya koordinasi dan pengkajian lebih lanjut untuk menjaga keaslian dan keberlanjutan tradisi ini dalam konteks budaya dan religiusitas masyarakat setempat.

Editor: M. Ramli Arisno

Editor : Arief
#Religi #sahur #Budaya #Banjar #ramadan #islam #tradisi