MARTAPURA - Usai dilakukan launching Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak pada Februari lalu, stakeholder tiap wilayah di Kabupaten Banjar gencar melakukan PSN dalam mencegah dan memberantas sarang nyamuk.
Dengan langkah tersebut rupanya membuahkan hasil. Benar saja, kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Banjar per 29 Maret 2024 mengalami penurunan cukup drastis.
"Pada Januari lalu ada 193 kasus, lalu Februari 143 kasus. Kemudian Maret turun drastis hanya ada 33 kasus,” ungkap Kepala Bidang P2P Dinkes Banjar, Marzuki kepada Radar Banjarmasin, Jumat (29/3) siang.
Adapun untuk wilayah yang masih rawan terjadi DBD, disampaikan Marzuki berada di Kecamatan Martapura, Gambut, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk dan Karang Intan. "Penurunan di Maret terjadi setelah masifnya gerakan serentak PSN di berbagai wilayah di Kabupaten Banjar," akunya.
Karena dengan PSN yakni dengan melakukan pengecekan di rumah dan menguras air yang menggenang, dituturkan Marzuki, dapat memberantas tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti tersebut.
Untuk fogging dalam membasmi nyamuk dikatakan Marzuki hal itu kurang efektif, karena hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak untuk jentik. "Fogging ini merupakan solusi terakhir, yang paling menentukan untuk tidak meluasnya demam berdarah yakni dengan PSN atau 3M tadi," ucapnya
Marzuki menyampaikan, apabila mengalami gejala DBD segera periksa ke Faskes terdekat untuk memastikan apakah DBD atau bukan.
Diketahui, gejala awal DBD seperti mendadak panas tinggi selama 2 hingga 7 hari, tampak lemah juga lesu, timbulnya bintik-bintik merah pada kulit dan sering terasa nyeri di ulu hati.
Kemudian terkadang terjadi pendarahan di hidung dan di bawah kulit, kadang terjadi muntah atau berak darah, kemudian bila sudah parah penderita mengalami gelisah, tangan dan kaki dingin serta berkeringat, yang bila tidak segera ditolong dapat menyebabkan kematian.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief