BANJARMASIN - Ulang tahun ke-105 Pemadam Kebakaran (Damkar) diperingati di Taman Kamboja, Banjarmasin Tengah pada Sabtu (9/3) pagi.
Dari perayaan itu, terdengar kabar baik. Dari 5.105 relawan damkar yang tercatat di aplikasi e-Damkar, 2.600 di antaranya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
Kabar itu dibenarkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Pertanyaannya, mengapa belum seluruhnya ter-cover?
Ibnu menjawab, banyak relawan damkar yang usianya masih di bawah 19 tahun. Jadi belum memenuhi syarat. "Ada juga yang masih dalam proses pencocokan data," ujarnya.
Tak cukup sampai di situ, pemko juga membantu penyediaan surat izin mengemudi gratis bagi sopir damkar yang belum memiliki SIM.
Ibnu tidak ingin lagi mendengar ada sopir damkar yang ditilang, apalagi menyetir ugal-ugalan di jalan.
"Menyelamatkan dan memadamkan kebakaran itu penting. Tapi jangan sampai mencelakai diri sendiri dan orang lain. Keselamatan bersama itu penting," tegasnya.
Namun, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin, Marliansyah menjelaskan, program SIM gratis itu belum tersedia untuk relawan damkar swadaya.
Baru diberikan untuk sopir armada DPKP. Jumlahnya sembilan orang. Rinciannya, empat orang pengemudi mendapat SIM B1. "Lima lainnya mendapat SIM A," sebutnya.
Bagaimana dengan sopir damkar di luar DPKP? Jawabannya, belum bisa dibantu. "Mereka masih harus membuat SIM-nya secara mandiri," pungkasnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief