Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Meski Kubah Belum Dibuka, Peziarah dari Berbagai Wilayah Berbondong-bondong Datangi Guru Sekumpul

Sheilla Farazela • Senin, 11 Maret 2024 | 08:50 WIB
RAMAI: Para peziarah dari berbagai wilayah berkunjung ke makam KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni atau Abah Guru Sekumpul, Minggu (10/3).
RAMAI: Para peziarah dari berbagai wilayah berkunjung ke makam KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni atau Abah Guru Sekumpul, Minggu (10/3).

Martapura - Menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, peziarah dari berbagai wilayah berbondong-bondong sambangi makam KH. Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni atau Abah Guru Sekumpul, Minggu (10/3) sore.

Meskipun saat ini kubah Abah Guru Sekumpul belum dibuka untuk umum sejak Covid-19 lalu, hal itu tak menyurutkan antusias peziarah untuk melepas rindu dengan Sang Ulama Abah Guru Sekumpul.

Salah satunya peziarah rombongan dari Tanah Laut, Arbayah menceritakan sejak pukul 9 pagi mereka berangkat menggunakan satu bis berisi 14 orang dengan rute ziarah ke Basirih dilanjutkan ke makam Guru Zuhdi di Banjarmasin, dan terakhir ke Makam Guru Sekumpul di Martapura.

"Biasanya setiap tahun sebelum Ramadan memang diniatkan untuk ziarah ke makam-makam ulama di Kalimantan Selatan, tahun ini Alhamdulillah sampai ziarah di daerah Banjarmasin dan Martapura," ucap Arbayah kepada Radar Banjarmasin.

Arbayah yang juga bagian dari Tim PKK Kabupaten Tanah Laut itu mengatakan bahwa tujuan mereka berziarah tersebut sebagai bentuk kerinduan dan mengambil berkah dari para wali.

"Mengambil berkah dari para wali, mudahan dapat berkah dan syafaat beliau. Apalagi kita akan menghadapi bulan suci Ramadan, semoga dilancarkan ibadah dan diberi kesehatan untuk kita semua," imbuhnya.

Sementara warga Sekumpul yang juga berdagang tak jauh dari area ziarah, Sholeh mengakui bahwa sudah satu Minggu sejak Nisfu Sya'ban, makam Guru Sekumpul dipadati peziarah.

"Sepekan ini banyak yang datangan. Walaupun belum dibuka untuk umum, mereka tetap antusias ziarah," ucap Sholeh.

"Biasanya sebelum dan sesudah Ramadan memang ramai kunjungan. Kami berharap semoga kubah makam Abah Guru Sekumpul lekas dibuka untuk umum," harapnya.

Relawan Sektor Taufik Muhammad Syahid melaporkan bahwa menjelang Ramadan kondisi di Sekumpul selalu dipadati peziarah.

"Setelah Nisfu Sya'ban dan sesudah hari raya memang membludak. Kalau di bulan Ramadan lebih sepi namun tetap ada yang ziarah malam usai terawih," ungkap Syahid.

Syahid mengimbau kepada para peziarah untuk tetap kondusif mengikuti arahan petugas mengenai lokasi parkir, arus datang maupun arus balik.

"Pengalihan jalur masih seperti biasa, kalau penuh dicarikan tempat yang kosong. Kita harap peziarah kondusif mengikuti arahan petugas dan menjaga bawaan masing-masing jangan sampai ada yang tercecer," tutupnya.

Berdasar pantauan di lapangan pada Minggu (10/3) sekira pukul 17.35 Wita peziarah mulai anak muda, dewasa hingga lansia memadati komplek Ar Raudhah Sekumpul.

Mereka memadati rumah-rumah warga sekitar kubah sambil membawa sekantong bunga rampai dan melantunkan Surah Yasin yang ditujukan untuk almarhum Abah Guru Sekumpul. 

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#Banjar #Sekumpul #makam