BANJARBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru harus kerja ekstra dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang membuat sejumlah pohon peneduh tumbang.
Selama Februari 2024 saja, ada empat pohon yang tumbang akibat pengaruh cuaca buruk. Terakhir adalah pohon trembesi berukuran besar di Jalan Trikora, dekat simpang empat Pembatuan, Kecamatan Landasan Ulin.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, Rusmilawati mengatakan, pohon yang tumbang memang mayoritas jenis trembesi. Hal itu dikarenakan akar pohonnya yang melebar ke samping, sehingga mudah roboh ketika diterpa angin kencang.
“Beda dengan pohon peneduh lain, misalnya angsana atau mahoni yang sistem pengakarannya menancap ke dalam tanah, bukan ke samping seperti trembesi,” ungkapnya, Kamis (29/2) siang.
Selain itu, pohon trembesi juga bisa tumbang akibat pengaruh usia. Sebab kebanyakan kasus pohon tumbang untuk jenis trembesi ini sudah berusia belasan hingga 20 tahun ke atas. “Pohon ini memang kokoh namun sangat mudah sekali rapuh lalu roboh, terutama pada saat musim hujan,” terang Rusmilawati.
Menyikapi hal itu, DLH Banjarbaru kata Mila sudah rutin melakukan pemangkasan pohon besar yang dinilai rawan tumbang di titik-titik prioritas. “Seperti di fasilitas-fasilitas umum, jalan raya, hingga kawasan perkantoran,” kata Mila.
Terpisah, Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie mengakui bahwa selama musim penghujan, pihaknya sering mendapat laporan pohon tumbang. “Terutama saat masa peralihan musim seperti sekarang,” sebutnya.
Untungnya, kata Zaini, sampai saat ini kejadian pohon tumbang di Banjarbaru tidak sampai memakan korban. “Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat bisa menghindari pohon besar ketika cuaca buruk terjadi,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief