BANJARBARU - Warga bantaran Sungai Basung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, dikagetkan dengan suara dari ambruknya siring di sungai tersebut.
Bahkan tak sedikit warga setempat yang mengira suara gemuruh itu akibat adanya gempa bumi di wilayah Cempaka.
Peristiwa itu salah satunya dialami oleh Maysaroh. Perempuan 39 tahun ini mengatakan, siring yang jadi tumpuan tiang dapur di rumahnya tersebut ambruk pada Senin (26/2) sore.
Diceritakannya, sebelum pondasi siring sungai itu ambruk, rumahnya sempat bergetar, diikuti suara perabotan dapur seperti panci dan baskom yang berjatuhan. "Saya kira gempa, lalu panci di dapur itu jatuh semua. Saya panik terus bawa anak - anak keluar," ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (27/2) sore.
Setelah keluar rumah, ibu tiga anak itu baru mengetahui dari tetangga lainnya, jika suara gemuruh tersebut bukan akibat gempa, melainkan ambruknya siring sungai yang tepat berada di atas bangunan dapur rumahnya. "Panci, baskom dan perlengkapan di dapur lainnya hanyut. Sekarang kami masak di ruang tamu," katanya.
Ia berharap agar siring yang rusak tersebut dapat segera diperbaiki. "Mudahan secepatnya diperbaiki pondasinya, Kalau enggak disiring nanti bahaya rumah kami," tuturnya.
Rumah Maysaroh merupakan salah satu dari dua rumah yang terdampak akibat ambruknya siring Sungai Basung. Bahkan tetangga Maysaroh: Saleh yang rumahnya juga terdampak peristiwa itu sempat memperbaiki pondasi secara mandiri. "Sempat saya perbaiki supaya tidak ambruk tapi malah bertambah merosot. Kaki saya sempat tertindih batu pondasi saat memperbaiki itu," ujar Saleh di kediamannya.
Sementara itu, Dinas PUPR Banjarbaru berjanji akan secepatnya memperbaiki siring Sungai Basung yang rusak. "Sudah kami hitung panjang siring sungai yang rusak. Secepatnya akan kita perbaiki," janji Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, M Deny Pramudji.
Longsornya siring hingga mengakibatkan ambruknya bangunan dapur warga yang berdiri di atasnya itu, diduga Deny akibat usia siring yang sudah tua. "Jadi memang ada tumbukan air sungai ke siring yang rusak tersebut dan bangunan siringnya memang sudah lama dari tahun 2014, jadi harus kita perbaiki, sekalian jembatan kita perbaiki," ungkapnya.
Setelah dihitung, siring sungai yang rusak klaimnya sepanjang 9 meter. Namun dikarenakan ditemukan juga retakan pada siring sungai di dititik lainnya, maka perbaikan dilakukan lebih panjang. "Totalnya mungkin sekitar 20 meter yang diperbaiki," tuntas Deny.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief