BANJARBARU - Beberapa hari terakhir, kondisi cuaca yang tidak menentu juga melanda wilayah Banjarbaru. Terkadang dilanda panas yang terik. Tidak lama kemudian hujan deras, disertai angin kencang dan petir tiba-tiba terjadi beberapa wilayah ibu kota.
Analis Iklim Staklim Kelas I Banjarbaru, Muhammad Arif Rahman menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini seperti fenomena cuaca biasa pada periode musim penghujan. Sebab, kata Arif, Banua baru saja melewati periode puncak musim hujan yang terjadi sekitar Desember 2023 hingga Januari 2024. “Secara pola klimatologis memang ada penurunan curah hujan terjadi di bulan Februari dibandingkan Desember 2023 - Januari 2024,” katanya.
Arif menjelaskan, dalam skala global, nilai SOI, IOD, dan Nino 3,4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. Saat ini, MJO aktif pada fase 8 (West Hemisphere and Africa), menunjukkan kondisi yang kurang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.
Aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian besar wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan.
Sementara itu gelombang atmosfer Kelvin diprediksi aktif di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua dalam sepekan ke depan. “Faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” jelas Arif.
Sampai kapan kondisi cuaca seperti ini bertahan di Banua? Terkait hal itu, Arif menyebut berdasarkan model cuaca yang didapat BMKG Kalsel, potensi cuaca ekstrem tetap ada seperti puting beliung, hujan lebat, disertai kilat/petir, hujan es, dan sebagainya. Dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin akan terjadi dalam satu pekan ke depan.
Namun, untuk skala bulanan, umumnya bulan Februari curah hujan berkisar menengah (200-300 mm/bln) hingga tinggi (300-400 mm/bln), memasuki Maret umumnya curah hujan tinggi (300-400 mm/bln).
Apakah saat ini banjir masih jadi ancaman bagi Provinsi Kalsel? Arif menyebut iya. Meski sudah melewati fase puncak musim penghujan, Bumi Lambung Mangkurat masih berpeluang terjadi banjir jika tidak diantisipasi secara benar.
“Karena masih ada peluang curah hujan tinggi di periode Februari hingga Maret 2024. Dikarenakan potensi hujan tinggi, sehingga setiap daerah masih berpeluang mengalami rawan banjir,” tegasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief