BANJARBARU - Konsep syariah bakal diterapkan di Kolam Renang Idaman, hal ini merupakan bentuk keseriusan Pemko Banjarbaru dalam mewujudkan kota yang agamais.
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas PUPR Banjarbaru, Nina Aphrodita mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya akan merombak fasilitas di Kolam Renang Idaman. “Anggaran yang dipakai sebesar Rp 6,1 Miliar,” katanya, Rabu (21/2).
Ada beberapa venue yang akan dibangun di kolam renang milik Pemko Banjarbaru ini. Salah satunya kolam renang syariah yang dipisahkan dengan lokasi lainnya. "Lalu dibangun kolam renang khusus anak - anak, serta kolam renang pemanasan atlet dan umum," ungkapnya.
Ia memastikan, proyek ini akan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024 dengan konsep arsitektur Indiesche, atau bangunan Belanda. "Untuk konsep sudah kami diskusikan dengan konsultan. Di sana nanti juga akan dibangun semacam Pujasera, kemudian gedung pertemuan dan tribun," tambahnya.
Selain perubahan konsep bangunan, Nina juga mengatakan bahwa pintu masuk akan dibuat beberapa buah. Untuk pintu utama dipindah ke samping lapangan tenis Jalan Taman Gembira, Guntung Paikat. "Untuk pintu masuk khusus atlet, kita pertahankan pintu depan untuk menjadi pintu khusus," ujarnya.
Pada saat proyek itu dilaksanakan, pihaknya terpaksa menutup layanan di Kolam Renang Idaman. “Demi keamanan dan kelancaran pembangunan, mau tidak mau harus ditutup sementara waktu,” tukasnya.
Proyek kolam renang syariah ini menjadi salah satu atensi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah. Ia mewanti - wanti pelaksanaannya bisa berjalan sesuai perencanaan. Termasuk proyek lainnya yang dikerjakan pada 2024.
"Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk cepat melaksanakan tahapan proyek pembangunan tahun 2024. Jangan sampai nantinya proyek tidak selesai sesuai kalender kontrak," tegas Said.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief