Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

RSHD Barabai Operasi 16 Bayi Kasus Bibir Sumbing dan Celah Lelangit

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Senin, 12 Februari 2024 | 13:22 WIB
OPERASI: RS Haji Damanhuri Barabai menggelar operasi untuk bayi bibir sumbing dan celah lelangit.(Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
OPERASI: RS Haji Damanhuri Barabai menggelar operasi untuk bayi bibir sumbing dan celah lelangit.(Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

BARABAI - Direktur RS Haji Damanhuri Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengatakan sebanyak 16 bayi pasien kasus celah bibir dan lelangit dioperasi secara gratis di awal Februari 2024.

Bakti Sosial ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan berbagai pihak terkait.

Mereka yang dioperasi merupakan bayi yang terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai peserta dalam baksos dengan melengkapi sejumlah dokumen yang diperlukan.

Mulai dari tahap screening yang berlangsung pada 5-9 Februari 2024, berlanjut pada tahap pelaksanaan pada 10 Februari 2024.

Para pasien pun telah diperiksa dan dinyatakan sehat pada saat akan dioperasi.

"Untuk kasus celah bibir, syaratnya bayi minimal umur 3 bulan dengan berat badan 5 kilogram. Sedangkan kasus celah lelangit, bayi minimal umur 1,5 tahun dengan berat badan 10 kilogram," jelasnya, Senin (12/2/2024).

dr Nanda berharap Baksos ini dapat terus berlanjut dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di samping sebagai sosialisasi pelayanan RSHD Barabai yang saat ini sudah bisa melakukan pelayanan operasi bibir sumbing dan celah langit.

Sementara itu, Dewan Pakar Pengurus Besar (PB) PDGI periode 2022-2025, Prof Dr drg Rosihan Adhani yang hadir dalam kegiatan turut menyambut baik dilaksanakannya kegiatan baksos ini.

Ia juga mengapresiasi RSHD Barabai yang bisa jadi pelopor dalam kemajuan.

Menurutnya, kasus bibir sumbing dan celah lelangit ini cukup banyak di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan mereka sangat memerlukan pelayanan medis untuk bisa melakukan pemulihan terhadap kecacatan ini.

"Inisiatif dan layanan selama ini dibandingkan dengan kebutuhan masih dirasakan sangat kurang," katanya.

Dirinya bersyukur, adanya rintisan dan juga upaya yang dilaksanakan berbagai pihak yang berkolaborasi ini telah membuahkan hasil dengan terlaksananya operasi baksos, walaupun baru 16 orang.

"Semoga kegiatan ini akan terus bisa dilanjutkan," harapnya.

Demi pembangunan di Kalsel, pihaknya juga siap mendukung berlangsungnya kegiatan-kegiatan seperti ini.

Terlebih, apabila Barabai bisa jadi pusat dalam penanganan celah bibir dan lelangit.

Editor : Fauzan Ridhani
#operasi gratis #Bakti Sosial #RSHD Damanhuri Barabai #bibir sumbing