Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kabar Duka dari Rumah Singgah Banjarmasin: Tiga Lansia Terlantar Tutup Usia

Wahyu Ramadhan • Jumat, 2 Februari 2024 | 06:40 WIB
DITAMPUNG: Lansia terlantar yang dirawat di Rumah Singgah Baiman milik Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo.
DITAMPUNG: Lansia terlantar yang dirawat di Rumah Singgah Baiman milik Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo.


BANJARMASIN - Selama Januari 2024, ada tiga penghuni Rumah Singgah Baiman yang meninggal dunia. Ketiganya lansia terlantar.

Dua perempuan dan satu laki-laki. Usia mereka di atas 60 tahun.

Tiga kematian itu, hampir setengah dari jumlah penghuni rumah singgah yang meninggal sepanjang tahun 2023 kemarin.

"Pada 2023 ada delapan lansia terlantar yang meninggal di sini," kata Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Dolly Syahbana, Kamis (1/2).

Proses memandikan dan menguburkan mereka dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin.

Diceritakan Dolly, sebelum ditampung di fasilitas di Jalan Gubernur Subarjo itu, para lansia ini rata-rata mengidap penyakit kronis.

Kebanyakan penyakit paru-paru. "Mungkin karena mereka sudah terlalu lama tidur di luar. Makan juga tak keruan," jelasnya.

Sebagian besar adalah hasil laporan masyarakat ke pemko, yang kemudian dijemput Dinsos di jalan.

"Setelah dijemput kami asesmen, apakah masih memiliki keluarga atau tidak," ujarnya.

Rata-rata memang tidak memiliki keluarga dan tidak memiliki kartu identitas. "Kalaupun ada, biasanya pihak keluarga yang justru meminta kami untuk merawatnya. Karena mereka juga masyarakat kurang mampu," terangnya.

Sedikit berbeda dengan prosedur menampung ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Sebelumnya, mesti menjalani perawatan dahulu di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.

Dolly merasa penanganan Dinsos sudah maksimal. Untuk konsumsi, mereka bisa makan tiga kali sehari.

Dalam setahun, Dinsos menghabiskan anggaran Rp400 juta untuk konsumsi penghuni rumah singgah.

Ditambah petugas kesehatan yang mengawasi penghuni. "Kami juga bekerja sama dengan rumah sakit," tukasnya.

"Anggaran kami (Dinsos) tahun ini Rp30 miliar. Naik dibanding tahun sebelumnya yang Rp20 miliar. Cukup atau tidak, harus dicukup-cukupkan," ujarnya.

Dolly menegaskan, sepanjang rumah singgah itu masih sanggup, maka lansia terlantar dan ODGJ akan terus ditampung. "Karena negara harus hadir. Tidak boleh mendiamkan," tegasnya.

Saat ini, rumah singgah itu menampung 72 orang. Tujuh adalah lansia terlantar. Ada penambahan belasan penghuni. Sebab pada 2023 tercatat 60 penghuni. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#rumah singgah #lansia #dinas sosial