BANJARMASIN - Tiga kakak beradik di RT 34 di Alalak Utara, Banjarmasin Utara menderita tengkes (stunting).
Dari tiga anak berumur dua sampai lima tahun itu, salah satunya sedang dirawat di rumah sakit akibat muntaber.
Cerita ini diungkap Lurah Alalak Utara, Endang A Noorbah di sela acara pembagian bantuan makanan tambahan di kantor kelurahan, Selasa (30/1).
Untuk penanganan, keluarga tersebut kini rutin menerima bantuan. Dari sembako, hingga makanan bergizi yang diberikan dua kali dalam sepekan pada Selasa dan Kamis.
"Sayuran, buah-buahan, dan susu," kata lurah. "Pembagian bantuan makanan bergizi ini bekerja sama dengan pihak ketiga," tambah Endang.
Disebutkannya, di Alalak Utara ditemukan 26 kasus tengkes. Setelah ditangani, bisa ditekan menjadi 13 kasus.
Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Banjarmasin, M Helfianoor memastikan telah mengintervensi keluarga di RT 24 tersebut.
"Orang tua dari tiga kakak beradik itu bekerja sebagai kurir. Jadi tidak punya waktu mengantarkan istri dan anak-anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.
Apabila ketiga anak itu memerlukan rujukan ke rumah sakit, Helfi berjanji siap mendampingi.
Disinggung soal jumlah keseluruhan kasus tengkes di Banjarmasin, pada 2023 kemarin, DPPKBM mencatat sekitar 1.200 kasus. Atau berada di angka prevalensi 24,4 persen.
Turun bila dibandingkan tahun 2022 lalu yang menyentuh 27,8 persen.
"Pada 2024 ini, kami targetkan bisa turun lagi," harapnya. "Paling tidak nanti bisa menyamai target nasional. Yakni di angka 14 persen," pungkas Helfi.
Terpisah, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor meminta pembagian makanan bergizi di Alalak Utara bisa ditiru kelurahan lainnya.
"Semoga ke depan kawasan ini bisa nol kasus stunting," kata Arifin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief