BATULICIN - Pembangunan Bendungan Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) masih menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kawasan pinjam pakai.
Pasalnya, secara administrasi sebagian kawasan masuk dalam hutan lindung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu, Hernadi Wibisono mengatakan dokumen teknis dan kajian pembangunan bendungan tersebut telah siap sejak tahun lalu.
“Insya Allah bendungan ini dikerjakan, kalau tidak tahun ini, kemungkinan akan dilaksanakan tahun depan,” katanya.
Bendungan ini diproyeksikan dibangun di lahan seluas 2.017 hektare dengan dana pembangunan sekitar Rp3 triliun.
“Anggarannya tidak menggunakan APBD, makanya kami usulkan sebagai proyek nasional,” jelasnya.
Ia menjelaskan Bendungan Kusan akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Tanbu.
Seperti menjadi sumber listrik, pengendalian banjir, dan irigasi pertanian. “Secara teknis, bendungan bisa mengairi ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan. Ini sangat strategis,” ungkapnya.
Selain itu, pembangunan bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanbu dari sektor wisata, pertanian, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan PDAM.
Bupati Tanbu, Zairullah Azhar menambahkan pihaknya menunggu kabar dari Pemerintah Pusat dalam waktu dekat. “Bendungan itu bisa menampung jutaan kubik air. Insya Allah bisa mengairi lahan 18.000 hektar lebih ,” kata Zairullah.
Zairullah menyebut dalam salah satu survei, bendungan itu mampu membuat listrik 105 megawatt, . Karena itu, dampaknya bisa sangat strategis untuk daerah. “Kalau ini terjadi, Kabupaten Tanbu dan Kalsel tidak akan gelap lagi. Bahkan kita bisa men-support listrik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan pembangunan Bendungan Kusa telah diproyeksikan sejak Gubernur Kalsel pertama, Pangeran Muhammad Noor (1945-1950).
“Beberapa negara melihat proyek ini luar biasa bagi perkembangan daerah,” tukas Zairullah tanpa menyebut negara yang dimaksud.
Sebelumnya, Pemkab Tanbu telah mengalokasikan Rp5 miliar untuk pembangunan akses jalan dan pembebasan lahan di Desa Mangkalapi, Temunih, dan Desa Batubulan.
Pembangunan akses jalan dan pembebasan lahan tersebut dimulai Juli 2022 lalu.
Editor : Fauzan Ridhani