Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DBD Mulai Menyerang Banjarmasin, Awal Januari Terdeteksi Lima Kasus

Endang Syarifuddin • Kamis, 18 Januari 2024 | 10:59 WIB
BERASAP: Petugas melakukan fogging atau pengasapan bersama pemegang program DBD, petugas surveilans, dan promkes, serta tim dari Dinkes.
BERASAP: Petugas melakukan fogging atau pengasapan bersama pemegang program DBD, petugas surveilans, dan promkes, serta tim dari Dinkes.

BANJARMASIN – Memasuki puncak musim hujan, Dinas Kesehatan Banjarmasin memperingatkan masyarakat terkait bahaya demam berdarah dengue (DBD).

"Sudah ada lima kasus DBD sejak awal 2024 ini," ungkap Kepala Dinkes Banjarmasin, dr Tabiun Huda kepada Radar Banjarmasin, Rabu (17/1).

Lima kasus itu ditemukan di Sungai Jingah, Alalak Tengah, dan Sungai Andai di Banjarmasin Utara. Lalu di Pelambuan dan Pemurus Dalam di Banjarmasin Selatan.

Itu data sementara, tak menutup kemungkinan akan bertambah. "Peningkatan intensitas hujan akibat perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penambahan kasus DBD," jelas dr Tabiun.

"Kalau melihat iklim seperti ini... tapi semoga tidak terlalu meningkat," sambungnya.

Masyarakat diminta menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tempuh langkah 3M Plus. Yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang rawan menjadi wadah jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.

"Dan tanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk (seperti serai dan lavender). Warga juga mesti gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggalnya," jelasnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Sukhrowardi melihat DBD menjadi penyakit yang tidak bisa dihindari. Sebab Banjarmasin berdiri di atas daerah rawa.

Ditambah perilaku masyarakat yang masih sering membuang sampah ke sungai, kolong rumah dan drainase.

Dia meminta Dinkes segera memetakan penyakit menular di Banjarmasin, bukan hanya DBD. Lalu datanya dipantau per pekan dan per bulan untuk memahami pola lonjakan dan penurunan kasus.

"Ini bisa menjadi early warning system (sistem peringatan dini). Seperti ketika pemerintah memantau bencana alam banjir," kata Sukhro. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#demam berdarah #kesehatan #DBD