Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dibiarkan Menumpuk Berhari-hari, Pampangan Eceng Gondok Seluas Lapangan Bola Menutupi Sungai Martapura

Wahyu Ramadhan • Rabu, 17 Januari 2024 | 15:43 WIB
MASALAH MUSIMAN: Pampangan enceng gondok menutupi permukaan Sungai Martapura. Foto diambil dari atas Jembatan Pasar Lama, Selasa (16/1) sore.
MASALAH MUSIMAN: Pampangan enceng gondok menutupi permukaan Sungai Martapura. Foto diambil dari atas Jembatan Pasar Lama, Selasa (16/1) sore.

Pampangan enceng gondok seluas lapangan sepak bola menutupi Sungai Martapura, Selasa (16/1). Ke mana kapal sapu-sapu dan weed harverster yang baru diuji coba kemarin?

         ****

BANJARMASIN - Pampangan itu berada di kolong Jembatan 9 November atau Jembatan Pasar Lama.

Bukan hanya gulma, juga batang bambu dan pohon, hingga sampah plastik.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi pada pukul 15.30 Wita, kolong jembatan di kawasan Banjarmasin Tengah itu hanya bisa dilintasi satu perahu secara bergantian.

Pampangan biasa datang dari arah hulu. Lazimnya muncul di musim hujan. Di Banjarmasin, pampangan biasanya muncul di tiga tempat.

Kalau tidak di Jembatan Pasar Lama, muncul di kolong Jembatan Banua Anyar atau Jembatan Antasari.

Pampangan itu sudah terlihat sejak sehari sebelumnya, Senin (15/1) siang.

Salah seorang warga Pasar Lama, Andi menuturkan, pampangan itu mulai terbentuk Ahad (14/1) malam.

"Sudah sering seperti ini, bila menumpuk baru dibereskan. Tapi hari ini, tampaknya belum ada tanda-tanda mau dibereskan," ujarnya.

Sampurna yang rumahnya bersisian dengan jembatan, melihat banyak perahu yang terjebak ketika coba menerobos pampangan itu.

"Tadi sempat dibersihkan secara manual. Tapi pas turun hujan, pembersihan disetop," ujarnya kemarin.

Salah satu kelotok yang terjebak di pampangan itu milik Manam. Ia motoris asal Kapuas, Kalimantan Tengah.

"Kami tertahan sekitar satu jam," ujarnya. "Baru bisa melintas setelah dibersihkan sebagian," lanjutnya.

Hingga pukul 18.04 Wita, pampangan masih ada. Namun, kapal sapu-sapu atau kapal pembersih itu tak kunjung tampak.

Demikian pula dengan kapal weed harvester yang dipinjamkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III ke pemko dan telah diuji coba pada akhir Desember lalu.

Radar Banjarmasin coba menghubungi Kepala UPTD Sungai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, M Andrie Setiawan. Namun tak direspons.

Demikian pula dengan upaya konfirmasi pada Kepala Bidang Sungai PUPR, Hizbul Wathony dan atasannya Kadis PUPR, Suri Sudarmadiah.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#eceng gondok #sungai martapura