AMUNTAI - 113 sekolah baik SMA, SMP, dan SD, termasuk TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sederajat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terdampak banjir.
Utuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU memutuskan meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar tatap muka, dan memperpanjang masa belajar secara daring.
“Perpanjangan masa belajar daring telah disampaikan ke pengawas dan kepala satuan pendidikan se-Kabupaten HSU, khususnya sekolah yang terdampak banjir,” ujar Jumadi, Rabu (17/1).
Lanjutnya, terhitung Rabu tanggal 17 Januari 2024 hari ini, aktivitas pembelajaran daring diperpanjang sampai banjir betul-betul surut, terutama pada sekolah terdampak.
“Perpanjangan pembelajaran daring ini sudah kedua kalinya dilakukan sejak banjir merendam fasilitas pendidikan di HSU,” jawabnya.
Sebelumnya, pada 15-16 Januari 2024, aktivitas sekolah yang terdampak banjir diliburkan. Seharusnya, aktivitas belajar tatap muka kembali dilaksanakan mulai hari ini.
“Namun, banjir masih belum surut, dan banyak sekolah yang terdampak banjir mengajukan kegiatan belajar daring,” Jawabnya lagi.
Khususnya pada siswa yang terdampak banjir dan libur sekolah tatap muka, agar tetap mengerjakan tugas diberikan oleh guru.
“Mudah-mudahan air cepat surut,” tandasnya.
Aktivitas belajar daring juga berlaku pada sekolah di bawah naungan Kantor Kemenag HSU.
Editor: Fauzan Ridhani
Editor : Fauzan Ridhani