RANTAU - Setelah sukses mengembangkan wisata Danau Hatiwin di Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Camat Tapin Selatan Reza Al-Ghifari ingin beralih mengembangkan ekowisata bekantan di lahan milik PT Antang Gunung Meratus (AGM). Ekowisata bekantan merupakan kawasan hutan konservasi yang menjadi habitat satwa endemik Kalimantan, yaitu monyet berhidung besar.
Reza Al-Ghifari mengatakan bahwa ekowisata bekantan sangat potensial untuk dikembangkan karena memiliki daya tarik alam yang tinggi. Ia meyakini bahwa ekowisata bekantan akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di tiga desa, yaitu Lawahan, Tatakan, dan Tandui.
"Tentu dari segi perekonomian masyarakat akan meningkat. Selain itu, ekowisata bekantan juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan dan satwa yang ada di dalamnya," ujarnya, Senin (15/1).
Reza Al-Ghifari menambahkan bahwa sebagai langkah awal, ia akan mengajak tiga kepala desa bersama dengan pihak perusahaan untuk duduk bersama dan membahas rencana pengembangan ekowisata bekantan. Ia berharap rapat tersebut bisa dilakukan secepatnya di lokasi ekowisata bekantan.
"Kalau perlu kita gelar rapat langsung di ekowisata bekantan, agar kita bisa melihat langsung kondisi dan potensi yang ada di sana. Saya harap pihak perusahaan bisa mendukung rencana ini, karena ini juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat sekitar," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lawahan, Yadi, menyambut baik keinginan Camat yang akan mengembangkan ekowisata bekantan. Ia mengatakan bahwa masyarakat Desa Lawahan sangat mendukung rencana tersebut, karena mereka juga ingin desa mereka bisa maju dan berkembang.
"Kita sangat mendukung, apalagi kalau nantinya ekowisata bekantan bisa terbuka untuk umum. Tentu ini akan menarik banyak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, bahkan luar negeri. Banyak warga kita yang sudah menginginkan agar ekowisata bekantan bisa terbuka untuk umum," ucapnya.
Editor: Ramli ARisno
Editor : Arief