BARABAI - Petani di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terancam gagal tanam. Pasalnya bibit padi yang baru disemai kebanjiran.
Mayoritas petani yang gagal tanam ada di Kecamatan Pandawan. Yakni Desa Palajau, Masiraan, dan Jaranih.
Sedangkan di Kecamatan Labuan Amas Utara meliputi Desa Pahalatan, Mantaas, Rantau Bujur, dan Sungai Buluh.
Salah satu korban terdampak banjir, Normansyah mengaku sebelum dilanda banjir beberapa waktu lalu dirinya baru menanam padi. Namun, baru awal tahun tadi langsung dilanda banjir.
“Luas sawah saya yang terendam ada 25 borongan (sekitar 4 hektar) yang lokasinya tidak jauh dari luapan banjir wilayah Masiraan,” ujarnya, Senin (15/1/2024).
Sawahnya sudah terendam lebih sepuluh hari. Padi sudah diberi pupuk dan disemprot. Sampai saat ini sawahnya masih terendam. Belum ada tanda-tanda surut.
"Ada potensi bibit padi mati karena lama terendam," ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Masiraan, Ahmad Fauzi menambahkan luas lahan pertanian di desanya yang terdampak banjir mencapai 70 hektar dengan tanaman padi. Taksiran kerugian pun diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Warga juga merugi di sektor perkebunan, perkiraan seluas 15 hektar lahan warga yang terdampak. Mayoritas berupa perkebunan cabai dan karet dengan taksiran kerugian mencapai Rp30 juta.
Selanjutnya dari sektor peternakan, pihaknya mencatat ada 300 ekor ayam dan 800 ekor itik turut terdampak. Perkiraan kerugian mencapai Rp98 juta.
“Ini merupakan data per 10 Januari 2024. Kemungkinan masih bisa bertambah, mengingat hari ini debit air lambat surut," tandasnya.
Editor: Fauzan Ridhani
Editor : Fauzan Ridhani