Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dari Kalteng Lewat Jalur Air, Rombongan Pertama Jemaah Haul Telah Tiba di Sekumpul

Sheilla Farazela • Jumat, 12 Januari 2024 | 12:32 WIB
PERTAMA: Rombongan jemaah Haul Guru Sekumpul dari Katingan Kalteng tiba di Murung Pelabuhan, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (11/1).
PERTAMA: Rombongan jemaah Haul Guru Sekumpul dari Katingan Kalteng tiba di Murung Pelabuhan, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (11/1).

MARTAPURA – Kepastian tanggal Haul ke-19 Abah Guru Sekumpul belum diumumkan. Namun, sebanyak 25 jemaah asal Katingan, Kalimantan Tengah sudah tiba di Kelurahan Murung Keraton, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Kamis (11/1).

Itas Riyanti Kasih (50) bercerita rombongannya berangkat sejak Rabu pukul 07.00 WIB. Tiba di pelabuhan Banjarmasin saat malam hari. Besoknya, sekitar pukul 08.00 pagi, berangkat lagi ke Kabupaten Banjar menggunakan jalur air. “Baru saja sampai di Murung Pelabuhan jam 12.00 tadi," ucap Itas.

Warga Pagatan Katingan tersebut bertekad selalu hadir setiap haul. Itu karena kecintaannya terhadap ulama Kalsel ini. Meskipun selama di perjalanan menuju Martapura turun hujan lebat, Itas tak memiliki firasat buruk. "Alhamdulillah, kami berfirasat baik saja selama di perjalanan.

Kondisi arus pun tidak bergelombang tinggi. Jadi kami berdoa saja bisa selamat sampai ke tujuan. Bersyukur masih bisa menghadiri Haul Abah Guru ini," tuturnya dengan penuh haru.
Rombongan Itas baru akan pulang ke Katingan setelah jalur arus balik mulai reda. Diperkirakan akan ada ratusan kapal yang bertambat membawa jemaah melalui jalur air.

Koordinator Dapur Posko Murung Pelabuhan, Khairul Fuad mengatakan baru satu kapal yang tiba membawa 25 jemaah dari Katingan. "Mereka akan menginap, memakai dua buah rumah warga. Untuk konsumsi sudah kami sediakan di dapur Murung Pelabuhan. Jadi ketika tamu datang, langsung kami arahkan ke dapur," kata Ketua RW 08 Kelurahan Murung Keraton ini.

Fuad menyampaikan para jemaah jalur air diprediksi akan mulai berdatangan pada Sabtu (13/1) dan Minggu (14/1) besok. "Kami di sini juga menyiapkan rest area, musala, WC umum, tempat menginap. Nantinya juga ada posko kesehatan. Semuanya sudah ada pembagiannya, tapi tetap bekerja sama," tegasnya.

Janiah (39) anggota dapur umum Posko Murung Keraton mengungkapkan, ibu-ibu yang turut terlibat di dapur sudah menyiapkan makanan untuk tamu sejak Kamis pagi. "Pagi ini tadi, kami menyiapkan masakan ikan telang asam manis. Menu siang dan malam pun juga kami masak yang berbeda. Untuk menu siang, kami memasak makanan oseng mandai. Ciri khas orang Banjar," ungkapnya.

Dapur Umum Sempat Ambruk

Di topang hanya menggunakan paring, dapur umum Posko Air Santri Murung Kenanga sempat ambruk lantaran hujan deras pada Kamis dini hari. "Dapur umum ini sudah kami siapkan 15 hari sebelumnya. Malam tadi, ketika hujan lebat, ambruk. Untungnya terpal tidak rusak, dan tidak banjir," ucap Muhammad Naim dari Tim Zona Air Santri.

DIRIKAN LAGI: Dapur Umum Posko Air Santri ambruk diterpa hujan lebat, Kamis dini hari.
DIRIKAN LAGI: Dapur Umum Posko Air Santri ambruk diterpa hujan lebat, Kamis dini hari.

Naim mengatakan para warga setempat bergotong royong untuk mendirikan kembali dapur umum itu. "Mudah-mudahan nanti tidak ada kendala lagi," doanya.

Di dapur umum ini, ujar Naim, banyak sumbangan untuk mendukung pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul. Berupa bahan pokok untuk konsumsi para jemaah. "Ada beras, minyak goreng, telur, daging, dan lainnya. Semua itu bantuan dari orang-orang baik," tuturnya.

Naim mengatakan akan ada 30 kapal dari rombongan jemaah asal Kalteng yang berangkat melalui jalur air. Ada 10 kapal yang baru menghubungi untuk menginformasikan keberangkatannya ke Martapura. "Satu kapal biasanya isi 30 orang. Saat ini ada rombongan dari Katingan, kita arahkan ke Dermaga 1 Murung Pelabuhan terlebih dahulu," jelasnya.

Ada 50 Rest Area di Tapin

Hingga saat ini, terdata di Relawan Tapin Sekumpul ada 50 rest area di sepanjang jalan Kabupaten Tapin. Ditujukan untuk jemaah yang lewat jalur Bumi Ruhuy Rahayu. “Sudah 48 yang dibuka oleh masyarakat, dan 2 oleh pemerintah daerah,” katanya.

Di rest area tersebut menyediakan berbagai macam fasilitas. Mulai dari minum dan makan gratis, tempat istirahat, toilet, tambal ban, dan lain-lain. “Pengaturan lalu lintas jalur tetap seperti dulu. Di Posko Induk Tapin sebagai titik sentralnya,” katanya.

Posko induk berada di Bundaran Bungur. Pihaknya sudah siap memasang tenda dan lain-lain. “Kami menunggu aktivitas pengerjaan di Bundaran Bungur selesai. Kalau sudah, langsung kami buat posko induk,” jelasnya.

Hari ini, masyarakat mulai membangun rest area. Contohnya di Jalan Darussalam Cangkring, atau simpang 4 Tugu Ranggaman, Kecamatan Tapin Utara. Warga bergotong royong membangun rest area. Banyak fasilitas di rest area Ranggaman-Rantau. “Ada makan minum gratis, tempat istirahat, posko kesehatan, toilet, tambal ban gratis, service gratis, dan tim rescue,” jelas Koordinator Rest Area Ranggaman-Rantau, Agus Sa’bani Al-Wahyudi.

MEMASAK: Ibu-ibu di dapur umum Murung Keraton bergotong royong menyiapkan makanan untuk jemaah Guru Sekumpul.
MEMASAK: Ibu-ibu di dapur umum Murung Keraton bergotong royong menyiapkan makanan untuk jemaah Guru Sekumpul.

Khusus tim rescue, tugasnya akan memonitor perkembangan jemaah di jalan. Kalau ada yang minta bantuan, siap langsung mendatangi. “Kalau memang ada yang bannya kempis di jalan, atau ada keadaan darurat, kami siap menjemput,” tuturnya.

Seribu Personel Amankan Haul

Polda Kalsel menurunkan sekitar 1.000 lebih personel untuk mengamankan haul. Semuanya diminta mengedepankan sikap humanis. “Supaya pelaksanaan haul berjalan lancar, aman dan nyaman, Polda Kalsel akan hadir memberikan pengamanan,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto.

Para personel yang diturunkan, tak hanya bekerja sama dengan relawan mengamankan ketertiban di area pelaksanaan haul. Namun, juga arus lalu lintas menuju dan sebaliknya. “Personel yang akan diturunkan kurang lebih di atas seribu,” ungkapnya.

Hari ini, Polda Kalsel akan melakukan rapat koordinasi bersama KPU dan Bawaslu. Membahas antisipasi pelaksanaan haul ditunggangi politik praktis.

Diakui Winarto, berhubung haul berbarengan dengan tahun politik, hal ini perlu diantisipasi demi kelancaran dan khidmatnya haul. “Akan dikoordinasikan apa yang boleh dilakukan, dan tidak bagi peserta pemilu,” tukasnya.

Bawaslu Kalsel memastikan akan hadir dalam rapat koordinasi hari ini. Sisi lain, pihaknya juga berharap peserta pemilu menahan diri. “Meski peserta pemilu punya hak, ini kan haul ulama besar kita semua. Alangkah bagusnya tak memanfaatkan momen haul dengan politik praktis,” kata Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono, kemarin.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#martapura #Haul #Sekumpul #kalteng #haul guru sekumpul