RANTAU – Penanganan demam berdarah jadi perhatian serius Sekda Tapin Sufiansyah. Ia akan menginstruksikan dinas terkait untuk membuat Satuan Tugas (Satgas).
Di mana fungsi Satgas demam berdarah tersebut akan rutin melakukan upaya mitigasi secara dini dengan cara inspeksi rutin ke desa-desa.
“Satgasnya kita buat SK (Surat Keputusan) baik itu di Kecamatan maupun Desa,” ucapnya, Kamis (11/1).
Di mana Satgas Demam Berdarah tersebut berisi lintas sektor baik itu dari relawan, pemuda, aparat, SOPD terkait maupun masyarakat setempat.
“Kalau Satgas sudah terbentuk maka, Dinas Kesehatan akan membantu fogging maupun obat-obatannya,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pelatihan juga akan diberikan kepada Satgas tersebut terkait penggunaan, pemanfaatan maupun pemakaian Fogging.
“Satgas itu yang akan turun, sesuai kondisinya. Bisa setiap hari maupun seminggu sekali,” tuturnya.
Dengan adanya Satgas Demam Berdarah ini, Sekda berharap nantinya di tahun 2025 Tapin seminimal mungkin terhindar dari nyamuk aedes aegypti.
“Inilah bentuk upaya kita agar tidak ada lagi kasus demam berdarah,” jelasnya.
Sekda juga sadar, dengan terbentuknya Satgas tersebut menjawab keluhan masyarakat terkait fogging yang dilakukan setelah ada yang terkena.
“Padahal lebih baik lakukan upaya dulu, sebelum ada yang terkena. Karena itu, di mana lewat Satgas akan terlebih dahulu melaksanakan upaya pencegahan termasuk lewat fogging,” tegasnya.
Editor: M. Ramli Arisno