Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Manakib Syarifah Nur Maya Menginspirasi

Muhammad Helmi • Jumat, 5 Januari 2024 | 10:23 WIB
KHUSYUK: Haul ke-2 Habib Abdurrahman bin Husin Fakhir Assegaf dan haul ke-9 putrinya Syarifah Nur Maya dihadiri ribuan jemaah di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Senin (1/1) siang.
KHUSYUK: Haul ke-2 Habib Abdurrahman bin Husin Fakhir Assegaf dan haul ke-9 putrinya Syarifah Nur Maya dihadiri ribuan jemaah di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Senin (1/1) siang.

MARTAPURA - Pelaksanaan haul ke-2 Habib Abdurrahman bin Husin Fakhir Assegaf dan haul ke-9 putrinya Syarifah Nur Maya dihadiri ribuan jemaah di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Senin (1/1) siang.

Cuaca yang cukup panas tidak membuat jemaah mengurungkan niatnya untuk datang ke pelaksanaan haul. Dari ribuan jemaah juga hadir Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, para habaib, tokoh ulama dan tokoh masyarakat, camat beserta unsur Forkopimcam.

Dalam manakib Syarifah Nur Maya yang dibacakan oleh keponakan yakni Habib Muhammad Alwi bin Habib Muhsin Fakhir Assegaf menceritakan, Syarifah Nur Maya dilahirkan 17 Safar 1402 Hijriah atau bertepatan 5 Desember 1981.

Sejak kecil Syarifah Nur Maya sudah dididik perihal disiplin ilmu keagamaan dan adab oleh ayah dan ibunya. Sehari-hari dijalani dengan melaksanakan ibadah wajib maupun sunah. Setelah selesai salat 5 waktu dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an setiap hari 5 juz. Dia juga melazimkan menuntut ilmu ke majelis taklim.

Diantaranya ke majelis taklim Guru Munawwar dan Habib Zein Kampung Melayu, Guru Wildan Tanjung Rema dan majelis taklim Annur Banjarmasin asuhan Habib Abu Bakar Maula Dawilah.

“Semenjak kecil beliau juga suka ziarah ke makam orang-orang saleh, yakni ke kubah Datu Kelampayan, Guru Sekumpul dan kubah Habib Basirih Banjarmasin," kata Habib Muhammad Alwi.

Empat hari sebelum meninggal dunia pada 29 Maret 2015, Syarifah Nur Maya sempat dirawat di rumah sakit. Anehnya segala perlengkapan jenazah sudah ia persiapkan. Dia beramanat dikuburkan di Kusambi, Desa Padang Panjang, Karang Intan.

Sementara itu dalam tausyiahnya, Habib Abu Bakar bin Maula Dawilah asal Malang menerangkan, apa yang diperoleh Syarifah Nur Maya anugerah dari Allah berupa berbagai macam kekeramatan, tidak lain dari hati yang bersih jauh dari penyakit hati.

Menurutnya, selain salat, puasa atau sedekah, Allah menjadikan hamba menjadi kekasihnya adalah kebersihan hati dan sikap tawadhu terhadap semua orang. “Ambil teladan dari beliau, contoh dalam kehidupan sehari-hari Insya Allah kita juga akan dipandang oleh Allah SWT dan dicintai Rasullah SAW,” tutupnya. (ris/al/ram)

Editor : Muhammad Helmi
#Pemkab Banjar