RANTAU – Kelancaran arus jemaah Haul Guru Sekumpul di Tapin jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tapin bersama Relawan Tapin Sekumpul. Bahkan, Pemkab Tapin menginstruksikan puskesmas yang masuk jalur jemaah haul untuk disiagakan.
“Memang puskesmas harus siaga. Kalau perlu 24 jam ada yang menjaga,” ucap Penjabat (Pj) Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin, Selasa (2/1).
Supaya jika ada kejadian kecelakaan menimpa para jemaah, bisa cepat ditangani. “Minimal bisa penanganan awal dulu. Kalau memang nanti parah, bisa dirujuk ke RSUD Datu Sanggul,” jelasnya.
Pemkab Tapin juga berencana membuka rest area untuk jemaah Sekumpul. Rest area tersebut dibuka khusus saat kepulangan para jemaah. “Rencananya dua dibuka oleh pemerintah daerah. Pertama, daerah perkotaan yakni lokasinya depan Galeri Tamasa. Kedua, di Margasari,” ucapnya.
Rest area tersebut menyediakan makan dan minum gratis, tempat istirahat, dan toilet portabel. “Sengaja kita buka rest area setelah kepulangan. Melihat pengalaman yang sudah-sudah, banyak rest area yang tutup saat kepulangan. Jadi kita berinisiatif membuka untuk kepulangan tersebut,” jelasnya.
Koordinator Relawan Tapin Sekumpul, Yusi Rahman senang dengan inisiatif pemerintah daerah yang ingin menyiagakan puskesmas. “Ini untuk mempermudah seandainya ada situasi emergency. Lalu ini juga anjuran dari Posko Induk Sekumpul,” jelasnya.
Terkait rest area di Tapin, sementara ini sudah ada 33 yang terdaftar di Relawan Tapin Sekumpul. Ia memprediksi akan bertambah. “Rata-rata rest area menyediakan berbagai fasilitas. Mulai makan dan minum gratis, tempat istirahat, tambal ban gratis, dan lain-lain,” tegasnya.
Tebar Kantong Sampah Radius 5 Km
Pemkab Banjar juga terus mematangkan persiapan demi memaksimalkan penanganan sampah pascapelaksanaan Haul ke-19 Abah Guru Sekumpul. Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar tidak hanya menyiapkan ratusan unit armada penunjang. Mulai dari roda tiga sebanyak 40 unit, pikap 60 unit, kontainer dan truk 30 unit, serta karung bekas pakan ukuran 5 kilogram 20.000 pcs. Kepala DPRKPLH Banjar, Mursal mengatakan pihaknya juga akan menyebar bak dan kantong sampah di sekitar wilayah Sekumpul, hingga Kota Martapura. “Fasilitas itu akan disebar sekitar radius 5 kilometer dari lokasi acara. Semua itu untuk menunjang penanganan pengelolaan sampah saat dan pascapelaksanaan haul,” ungkapnya.
Menurutnya, penyebaran bak dan kantong sampah itu diperlukan dalam penanganan sampah pada Haul Abah Guru. Berikutnya tak kalah penting harus melakukan edukasi kepada semua pihak. Baik kepada jemaah, relawan, posko-posko, masyarakat hingga pemerintah yang terlibat. “Pemerintah Kabupaten Banjar ingin dalam pengelolaan sampah pada Haul ke-19 tahun ini, masyarakat melaksanakan Gerakan Pilah Sampah dari Sumbernya di jalurnya masing-masing,” ujar Mursal.
Ia berharap gerakan ini bisa disosialisasikan dan dikoordinasikan dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dalam gelaran haul 5 Rajab tersebut. “Mudah-mudahan sampah-sampah yang dihasilkan dapat terkelola dengan sebaik-baiknya,” harapnya
Bupati Banjar, Saidi Mansyur telah memberi arahan sebelumnya. Ia menginginkan seluruh lapisan masyarakat berkomitmen bersama dalam menyambut Haul ke-19 Abah Guru Sekumpul tahun 2024. Sarana dan prasarananya juga dapat lebih maksimal. “Beberapa langkah persiapan telah dilakukan Pemkab Banjar bersama Forkopimda, dan semua pihak terkait seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi dievaluasi, sehingga pada tahun 2024 ini, akan terlaksana lebih baik lagi,” kata Saidi.
Ia berharap segala persiapan itu dapat meninggalkan kesan baik dalam menyambut jemaah haul dengan sebaik-baiknya. Termasuk soal kebersihan dan pengelolaan sampah.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief