Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Meyakinkan Dewan Saja Tak Cukup

Endang Syarifuddin • Kamis, 14 Desember 2023 | 12:02 WIB
SIDAK: Komisi III DPRD Banjarmasin, di kawasan proyek Jembatan Al Inayah, Rabu (13/12) pagi. 
SIDAK: Komisi III DPRD Banjarmasin, di kawasan proyek Jembatan Al Inayah, Rabu (13/12) pagi. 

BANJARMASIN - Tidak sekadar menyoroti, jajaran Komisi III DPRD Banjarmasin menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah proyek yang dikerjakan Dinas PUPR Banjarmasin.

Ada tiga proyek yang didatangi rombongan legislatif itu pada Rabu (13/12) pagi. Yakni, proyek pembangunan Jembatan Al Inayah di kawasan Mantuil.

Proyek pembangunan Jembatan 9 November atau Pasar Lama, dan rumah dinas Wali Kota Banjarmasin.

Sidak yang dilakukan cukup beralasan. Jajaran komisi III menilai, tahun 2023 sudah hampir berakhir, tapi masih ada sejumlah proyek pembangunan yang belum rampung.

Dari hasil sidak di tiga proyek pembangunan itu, Ketua Komisi III, Hilyah Aulia mengaku pesimis kontraktor mampu menyelesaikan pembangunan sebelum akhir tahun 2023.

Meskipun saat sidak, kontraktor beserta jajaran Dinas PUPR Banjarmasin sudah meyakinkan dirinya. Contoh, ketika menyambangi kawasan proyek pembangunan Jembatan Al Inayah.

Di situ, dia melihat masih banyak bagian yang belum diselesaikan. Misalnya, oprit jembatan dan jalan bagian utama jembatan.

"Targetnya 28 Desember harus sudah selesai, tapi saya sanksi pengerjaannya selesai tepat waktu," ucap Hilyah.

"Kami merasa 18 hari waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan," tambahnya.

"Belum lagi kendala faktor cuaca. Misalnya, hujan yang belakangan ini sering mengguyur," tekannya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Hilyah pun lantas mengingatkan kontraktor dan jajaran PUPR untuk bisa menepati komitmen yang sudah dibuat. Termasuk, perihal kualitas pembangunan.

"Selain harus selesai tepat waktu, proyek yang dikerjakan juga tidak boleh sembarangan. Harus bagus," tegasnya.

Lalu, bagaimana dengan dua proyek lainnya? Untuk proyek Jembatan 9 November alias Jembatan Pasar Lama, capaiannya sudah hampir 100 persen.

Pun demikian dengan proyek pembangunan rumah dinas wali kota. Untuk tahap pertama, khusus pembangunan pondasi bawah, sudah selesai sepenuhnya.

"Tahap pertama ini nilainya Rp4,6 miliar. Kami lihat proyek rumdin sudah tuntas," tutupnya.

Terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan di Dinas PUPR Banjarmasin, Syafiq Huwaida angkat bicara. Ia optimis proyek yang dikerjakan rampung tahun ini. Meskipun menurutnya ada keterlambatan penyelesaian. Contoh, untuk pengerjaan oprit Jembatan Al Inayah.

Ia bilang, tahapan yang satu ini cukup panjang. Karena untuk memadatkan setiap lapisan pondasi, memakan cukup banyak waktu.

"Sebenarnya tidak ada kendala yang serius, hanya masalah tahapan saja," ujarnya.

Meski begitu, Syafiq mengatakan terus memantau progres pengerjaan yang dilakukan kontraktor. Ia yakin, proyek tersebut selesai sesuai target.

"Saat ini progresnya sudah mencapai 85 persen. Kami optimis bisa selesai sebelum akhir tahun," pungkas Syafiq.

Editor: Wahyu Ramadhan

Editor : Arief
#proyek