Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Balangan Siaga Bencana, Pemkab Lakukan Langkah-Langkah Ini

M Dirga • Rabu, 13 Desember 2023 | 10:16 WIB

 

Ilustrasi longsor, banjir dan angin puting beliung.
Ilustrasi longsor, banjir dan angin puting beliung.

PARINGIN – Balangan siaga bencana. Pemkab Balangan telah mengeluarkan surat edaran untuk siaga maupun mengantisipasi dampak bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Surat edaran tersebut ditandatangani Bupati Balangan Abdul Hadi. Berlaku sejak 1 Desember 2023.

BPBD Balangan sudah melakukan pemetaan di titik mana saja rawan bencana. Titik-titik banjir biasanya terjadi mengikuti dua aliran sungai besar yang melintas di Kabupaten Balangan.

Pertama, aliran dari hulu Sungai Balangan, melintasi Kecamatan Halong dan Kecamatan Juai. Kedua, aliran dari hulu Sungai Pitap, melintasi Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Awayan.

"Sedangkan untuk daerah bawah atau hilir, itu menyesuaikan ketinggian debit air dan durasi curah hujan. Sejauh ini, debit air masih dalam kategori normal," sebut Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Haji Rahmi.

Selain ancaman banjir, puncak musim hujan juga berpotensi dibarengi dengan angin kencang dan puting beliung yang bisa menyebabkan pohon tumbang. Untuk itu, Rahmi meminta warga yang bermukim di dekat perkebunan untuk waspada.

"Ancaman angin kencang dan puting beliung ini berlaku di semua kecamatan di Kabupaten Balangan. Jadi, bagi warga yang rumahnya dekat kebun karet atau ada pohon tinggi, harap waspada. Sebaiknya hindari untuk keluar rumah apabila hujan deras dan angin kencang," pesannya.

Menurut Rahmi, semua potensi kerawanan tersebut akan diantisipasi oleh pihaknya dengan mengoptimalkan fungsi dan peran BPBD Balangan sebagai koordinator dalam penanggulangan kebencanaan. Bahkan, selalu berkoordinasi dengan Tim Respons Cepat (TRC) yang tersebar di tiap-tiap kecamatan.

Rahmi meminta diaktifkan Posko Siaga Bencana Kecamatan, Kelurahan dan Desa yang masuk daerah rawan bencana. Lakukan pengamatan lapangan, rutin membuat laporan perkembangan, dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Balangan dalam penanganan jika terjadi bencana.

Dalam kondisi tanggap darurat bencana yang tidak mampu ditangani pihak kelurahan/desa maupun kecamatan, segera meminta bantuan ke BPBD Balangan. “Jika terjadi kondisi ekstrem, BPBD Balangan dapat meminta bantuan BPBD Kalsel," jelasnya.

Personel yang akan disiapkan ada 33 orang di posko induk. Bertugas 1x24 jam dengan sistem bergantian. Sedangkan untuk tiap kecamatan, ada personel TRC berjumlah 44 orang. “Jadi total 75 orang, ditambah seluruh jajaran BPBD Balangan bersama relawan," hitungnya.

Di surat edaran tersebut sudah dibuat jalur khusus untuk berkomunikasi. Tidak hanya melalui handy talky, juga bisa dengan nomor WA 082149331454 dan 085290008174.

Rahmi mengakui perlunya mengoptimalkan peran kecamatan sebagai koordinator penanggulangan bencana di wilayah masing-masing. “Kecamatan harus bekerja sama dengan kelurahan/desa se-Kabupaten Balangan dalam penanganan bencana pada musim hujan," ujarnya.

Menurutnya, langkah antisipasi harus lebih dititikberatkan pada upaya pencegahan seperti menyiapkan sumber daya manusia, peralatan, perlengkapan, logistik, tempat penampungan sementara, jalur evakuasi, tempat perawatan kesehatan, hingga posko lapangan. Siapkan pula Tas Siaga Bencana (berisi makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga, dan lain-lain).

Peringatan dini siaga bencana ini disebarluaskan BPBD Kabupaten Balangan bekerja sama dengan TNI/Polri, tokoh masyarakat, serta stakeholder lainnya. Rahmi ingin memastikan informasinya benar-benar sampai kepada masyarakat. Khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah berisiko tinggi.

Jika terjadi situasi darurat bencana agar memprioritaskan evakuasi terhadap kelompok rentan (orang tua, balita, ibu hamil, difabel). Harus diketahui pula titik kumpul aman, tempat evakuasi, dan jalur evakuasi di wilayah tempat tinggal masing—masing. “Jangan lupa selamatkan barang penting ke tempat yang aman,” tegasnya.

Rahmi mengatakan penyebarluasan pemberitahuan ini juga untuk menindaklanjuti Edaran Gubernur Kalsel Nomor 300.2.31128/BPBD/2023 tanggal 31 Oktober 2023 tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, Longsor dan Gelombang Pasang di Provinsi Kalimantan Selatan. Kemudian juga berdasarkan rilis BMKG Kalsel via rapat daring pada 4 Oktober 2023 tentang perkiraan musim hujan di Kalsel.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #Balangan #bencana