Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

41 Kelurahan di Banjarmasin Rawan Banjir

Wahyu Ramadhan • Rabu, 13 Desember 2023 | 09:47 WIB
CALAP: Rob yang melanda Jalan Prona di Banjarmasin Selatan pada tahun 2022 kemarin.
CALAP: Rob yang melanda Jalan Prona di Banjarmasin Selatan pada tahun 2022 kemarin.

BANJARMASIN - Musim kemarau berlalu. Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara bertahap musim hujan dimulai sejak November 2023.

Diprediksi, puncak musim hujan akan tiba pada Januari sampai Februari 2024 mendatang.
Setiap kali musim hujan tiba, Banjarmasin kerap dilanda calap (genangan) dan banjir rob.

Penyebabnya, dari drainase yang tidak berfungsi hingga sungai dangkal yang tak mampu menampung limpasan air hujan.

Calap kian parah ketika hujan turun berbarengan dengan waktu sungai pasang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin telah memetakan kawasan rawan banjir. Disusun mengacu data tahun 2021- 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin mengungkap, ada 41 kelurahan yang rawan banjir rob. Tersebar di lima kecamatan.

Rinciannya, sembilan kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, sembilan kelurahan di Banjarmasin Barat, delapan kelurahan di Banjarmasin Utara, enam kelurahan di Banjarmasin Selatan, dan delapan kelurahan di Banjarmasin Timur.

Namun, Husni meyakini, banjir takkan berlama-lama. Beberapa jam sudah surut.
"Contoh, bisa kita lihat di Jalan Lambung Mangkurat. Setelah drainasenya dibersihkan, genangannya cepat surut," ujarnya, Selasa (12/12).

Setelah pemetaan, untuk antisipasi, BPBD sudah berkoordinasi Kodim 1007/Banjarmasin dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.

Husni juga meminta masyarakat tidak berdiam diri. Misalnya, membiarkan drainase yang mampat dan sungai yang banyak sampah di depan mata.

"Jangan hanya menunggu pemerintah bertindak. Cobalah bergotong royong," pesannya.

"Kalau ada drainase buntu, coba dibersihkan. Mumpung masih terlihat (sampahnya). Agar saat musim penghujan tiba, air bisa lancar turun," tambahnya.

Lalu, bagaimana persiapan instansi lain? Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Dolly Syahbana mengaku siap kapan saja menyalurkan bantuan kepada korban banjir.

"Bantuan seperti beras, mi instan, dan telur untuk keluarga terdampak," katanya.

"Dapur umum juga siap digerakkan," tambahnya, Selasa (12/12).

Pun bila banjir memburuk dan harus terjadi evakuasi. Dinsos siap menyediakan tempat pengungsian.

"Bila memang diperlukan, shelter yang baru rampung dibangun di Rumah Singgah Baiman bisa dipakai untuk tempat evakuasi," ujarnya.

Untuk anggaran, dijelaskan Dolly, penanganan bencana biasanya memakai pos BTT (belanja tidak terduga). Yang bisa dicairkan dengan penetapan status darurat bencana oleh pemda. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Banjir #musim hujan