BANJARMASIN - Emak-emak di Banjarmasin sedang pusing. Mereka mengeluhkan harga bumbu dapur dan sayur mayur melonjak.
Seperti yang diungkap Masmurah, warga Jalan Veteran, Banjarmasin Timur.
Harga lombok merah keriting naik dari Rp70 ribu naik menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Lombok merah besar di kisaran Rp70 ribu sampai Rp76 ribu per kilogram.
Perempuan 60 tahun itu menambahkan, lombok taji yang sebelumnya Rp75 ribu sekarang menjadi Rp90 ribu per kilogram. Bawang merah dari Rp20 ribu sekarang menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Begitu pula dengan bawang putih, sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp35 ribu.
"Kalau lombok (cabai) rawit memang sudah mahal, hari ini saja harganya Rp120 ribu per kilogram. Enggan membeli tapi butuh buat memasak. Jadi tak ada pilihan," keluh Masmurah sepulang dari pasar, Rabu (6/12).
Kenaikan tidak hanya terjadi pada bumbu dapur saja, tapi juga menjalar sampai ke sayur. Tomat misalnya. Sebelumnya Rp8 ribu per kilogram, sekarang di kisaran Rp12 ribu sampai Rp14 ribu.
"Biasanya sayur sawi seikat isi sepuluh harganya Rp10 ribu. Paling mahal Rp15 ribu. Sekarang sudah Rp35 ribu," ujarnya.
Kabar kenaikan harga itu telah sampai ke telinga Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar.
"Jelang Natal dan Tahun Baru biasanya ada kenaikan. Stok juga berkurang karena pengiriman terkendala cuaca," ujarnya.
Apa solusinya? Ia menjawab, Banjarmasin telah menjalin kerja sama dengan daerah pemasok. Contoh Blitar dan Banyuwangi, pemasok cabai nasional.
"Kami bawa pelaku usaha ke sana, supaya bisa terjadi transaksi untuk memenuhi kebutuhan di Banjarmasin," ujarnya.
Namun, faktor cuaca menjadi kendala yang tidak bisa dielakkan.
“Yang bisa dilakukan sementara waktu ini adalah menjalin komunikasi dengan pemasok di berbagai daerah. Begitu cuaca baik, mereka bisa segera mengirimkan," pungkas Tezar.
Editor: Muhammad Syarafuddin
Editor : Muhammad Helmi