BANJARMASIN - Hingga 75 hari ke depan, tahapan Pemilu 2024 memasuki masa kampanye. Peserta pemilu diberi waktu bersosialisasi hingga 10 Februari 2024 mendatang.
Bawaslu sebagai wasit menegaskan pihaknya siap mengawal dan melakukan pengawasan aktif saat tahapan kampanye. “Tak ada tebang pilih. Tapi, kami pilih tebang. Siapapun yang melakukan pelanggaran, tentu akan kami proses dan tindak sesuai aturan,” tegas Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono saat apel siaga pengawasan kampanye Pemilu 2024 di halaman Pemkot Banjarmasin, Senin (27/11).
Kepada jajaran pengawas di tingkat bawah, Aries mewanti-wanti untuk menjaga integritas dan komitmennya. “Pengawas akan bersiaga penuh waktu sampai 75 hari ke depan,” sebutnya.
Pengawasan tahapan kampanye tak hanya politik uang yang sejak lama menjadi fokus. Tapi, juga pengawasan netralitas ASN, penggunaan fasilitas negara, ujaran kebencian, politik SARA, hingga pengawasan konten-konten di media sosial. “Sekarang fokusnya tak hanya politik uang. Banyak yang harus diawasi. Salah satunya media sosial (medsos),” terangnya.
Ia juga menegaskan Bawaslu akan selalu hadir di setiap kampanye pertemuan terbatas, hingga rapat umum yang digelar peserta pemilu. “Pengawasan melekat. Kami (Bawaslu, red) pastikan semua kegiatan kampanye dalam pengawasan,” janjinya.
Aries juga menegaskan pengawasan kampanye di medsos menjadi tantangan. Terlebih akan banyaknya para peserta pemilu, khususnya para calon legislatif yang menggunakan medsos.
“Kami tegaskan akun medsos yang berisi materi kampanye akan dipantau. Khususnya yang tak terdaftar di KPU,” tekannya.
Untuk diketahui, sesuai PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye, jumlah akun kampanye partai politik (parpol) di setiap platform media sosial dibatasi. Setiap peserta pemilu, baik parpol, paslon pilpres dan calon anggota DPD RI, akun kampanye mereka paling banyak 20 akun di setiap platform. “Yang diperbolehkan hanya 20 akun,” ingatnya
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi menekankan maraknya akun-akun medsos yang tak terdaftar, menjadi perhatian serius pihaknya. Terlebih akun tersebut terafiliasi dengan peserta pemilu. “Unggahan ujaran kebencian, informasi palsu, mari kita sama-sama melakukan pengawasan bersama. Laporkan agar suasana kondusif terus terjaga,” kata kapolda.
Ia menegaskan pengamanan tahapan kampanye ini, sedianya sudah sejak lama dilakukan Polri. Operasi Mantap Brata sejak jauh hari dilakukan sebelum apel siaga kemarin. “Tak hanya tahapan kampanye. Tapi, seluruh tahapan pemilu menjadi fokus Polri untuk mengamankan dan menyukseskan Pemilu 2024,” tuntasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief