RANTAU - Pemerintah Kabupaten Tapin terus berupaya untuk memiliki balai uji kir yang terakreditasi. Pembangunan balai uji kir yang berlokasi di Jalan Terantang, dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Sanggul yang baru, sudah terlaksana sejak tahun 2023 dan direncanakan akan selesai pada tahun 2024.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tapin, Muhammad Nor, pembangunan balai uji kir dilakukan secara bertahap dengan anggaran yang berbeda-beda setiap tahunnya. “Untuk 2023 ini ada pembangunan gedung administrasi sekarang sudah tahap finishing.
Sementara yang lagi proses pembangunan gedung uji kir,” ujarnya, Senin (27/11). Ia menjelaskan, pembangunan gedung uji kir sempat terkendala pengiriman konstruksi dari Jawa karena cuaca. “Jadi untuk pembangunan gedung kir sendiri di tahun ini dananya kurang lebih 3,6 miliar. Namun belum semuanya, masih ada lagi. Rencananya di tahun 2024 ini dilanjutkan,” katanya.
Muhammad Nor menambahkan, diperkirakan masih dibutuhkan sekitar 1 miliar lagi untuk melengkapi pembangunan balai uji kir, termasuk untuk pagar, jembatan, dan halaman. “Sudah kita usulkan di APBD murni tahun 2024,” jelasnya.
Selain pembangunan gedung, Dishub Tapin juga menganggarkan dana untuk pengadaan alat uji kir. “Untuk alat anggarannya lain lagi, diperkirakan habisnya sekitar 4 miliar. Untuk tahun ini dapat kita anggarkan sekitar 1 miliar lebih, sisanya di tahun 2024,” katanya.
Ia mengatakan, ada keringanan dari penyedia alat uji kir, yaitu alat akan dipasang terlebih dahulu setelah pembangunan gedung selesai, kemudian dibayar setelah ada anggaran. “Setelah ada anggarannya akan kita bayar,” katanya.
Muhammad Nor berharap, pembangunan balai uji kir bisa segera rampung dan beroperasi. Ia menargetkan, lelang pembangunan bisa dilakukan lebih awal, yaitu akhir Desember 2023. “Kalau lelang lebih awal, pengerjaan akan cepat dan pembangunan atau penggunaan balai uji kir juga akan cepat,” katanya.
Dishub Tapin optimis, balai uji kir akan memberikan kontribusi positif bagi pendapatan asli daerah (PAD). Sebelumnya, Dishub Tapin sempat melakukan uji kir menggunakan mobil keliling selama enam bulan pada tahun 2020 dan berhasil meraih PAD sebesar Rp 80.632.500, melebihi target Rp 60.000.000.
Editor: M. Ramli Arisno
Editor : Muhammad Helmi