Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Surung Masalahnya, Sintak Solusinya

Wahyu Ramadhan • Senin, 27 November 2023 | 09:12 WIB
TPS LIAR: Tumpukan sampah kembali muncul di eks TPS Kuripan, Jalan Veteran, Ahad (26/11) pagi. Berulang kali ditertibkan, pembuang tetap membandel.
TPS LIAR: Tumpukan sampah kembali muncul di eks TPS Kuripan, Jalan Veteran, Ahad (26/11) pagi. Berulang kali ditertibkan, pembuang tetap membandel.

BANJARMASIN - Program Surung Sintak sudah ada di Banjarmasin sejak 2020 lalu. Tetapi Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin meluncurkan layanan itu secara resmi pada Sabtu (25/11) di Siring RE Martadinata, seberang Balai Kota.

Diluncurkan "ulang" agar lebih banyak yang tahu, peduli dan mau menjadi pelanggan Surung Sintak.

Lewat Surung Sintak, sampah di rumah-rumah warga dikumpulkan. Kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.

Layanan ini mengandalkan para pengumpul sampah. Di satu wilayah, bisa dikawal sepuluh sampai 15 pengumpul. Baik yang menggunakan gerobak ataupun kendaraan roda tiga.

Sejauh ini, Surung Sintak baru melayani 13 titik di sembilan kelurahan.

Yakni Kelurahan Sungai Andai, Pekauman, Murung Raya, Antasan Kecil Timur (AKT), Antasan Kecil Barat (AKB), Belitung Selatan, Belitung Utara, Sungai Lulut, dan Kampung Melayu.

"Terbaru Kelurahan Mawar. Meskipun baru ada tiga petugas gerobak sampah di sana," ucap Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yoesfah Love.

SURUNG SINTAK: Program Surung Sintak milik DLH Banjarmasin yang diluncurkan pada Sabtu (25/11) pagi di Siring RE Martadinata.
SURUNG SINTAK: Program Surung Sintak milik DLH Banjarmasin yang diluncurkan pada Sabtu (25/11) pagi di Siring RE Martadinata.

Surung Sintak dirancang untuk mengurangi jumlah tempat pembuangan sementara (TPS) liar.
Diakui Love, tujuan itu belum sepenuhnya tercapai. Masih saja ada tumpukan sampah yang muncul sudut-sudut kota.

"Kesadaran masyarakat untuk berlangganan masih kurang," tutup Love.

Disebut berlangganan karena masyarakat membayar "uang lelah" para paman gerobak tersebut. Berapa nominalnya, diserahkan ke kelurahan masing-masing.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berharap masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan Surung Sintak.

Sebab ini solusi terhadap kurangnya jumlah dan sebaran TPS di kota ini.

"Persoalan sampah, solusinya adalah dengan membangun TPS. Tapi ternyata mencari lahannya tidak mudah," ujarnya.

"Kalau pun dapat, warga sekitar yang tidak setuju. Makanya Surung Sintak ini solusinya," tambahnya.

Selain mencegah kemunculan TPS liar, menurut Ibnu, Surung Sintak juga bisa mengurangi beban TPS resmi.

"Sampahnya tidak menumpuk karena langsung diambil. Ini salah satu cara mengurangi timbunan sampah di TPS," katanya.

Kalau enggan menggunakan layanan ini, atau di kelurahannya belum tersedia, Ibnu berharap warga tidak membuang sampahnya ke TPS liar.

"Tolong bantu pemko dengan tidak membuang sampah sembarangan, apa lagi sampai membuang sampah ke sungai," harapnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Sampah