BANJARBARU - Siap-siap, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, mulai Desember 2023 hingga Januari 2024, Kota Banjarbaru bakal diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Ini perlu diwaspadai, karena BPBD Banjarbaru mendata ada tujuh kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan masuk dalam kategori rawan banjir.
Di Kecamatan Cempaka misalnya, ada tiga kelurahan yang rawan banjir, yaitu Kelurahan Cempaka, Bangkal dan Sungai Tiung. Kemudian di Kecamatan Banjarbaru Utara, hanya satu kelurahan yakni Loktabat Utara. Sedangkan di Kecamatan Banjarbaru Selatan juga ada tiga kelurahan, yaitu Kemuning, Guntung Paikat dan Loktabat Selatan.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi lintas SKPD lingkup Pemko Banjarbaru di Aula Linggangan Kantor DPRD Banjarbaru, Senin (20/11) siang. Sekda Banjarbaru, Said Abdullah mengakui bahwa banjir memang masih jadi ancaman di setiap akhir tahun. “Apalagi BMKG sudah menginformasikan bahwa Desember (2023) sampai Januari (2024) nanti curah hujan akan tinggi,” ucapnya usai rakor tersebut.
Informasi itu menurutnya wajib ditindaklanjuti dengan melakukan mitigasi bencana sedini mungkin. Salah satunya dengan penyusunan rencana tanggap darurat yang lebih responsif dan efektif.
Agar mitigasi berjalan maksimal, Said memanggil seluruh lurah beserta perwakilan masyarakatnya, terutama tujuh lurah yang daerahnya masuk daftar rawan banjir. “Ketika banjir terjadi, kita harus siap menghadapinya dengan perencanaan yang matang. Mulai dari titik kumpul (lokasi evakuasi dan dapur umum), apa saja bantuan yang diberikan, hingga kelengkapan sarana dan prasarana,” ujarnya.
Said menekankan bahwa pemerintah harus melakukan koordinasi dan kolaborasi yang apik dalam menanggapi setiap risiko kebencanaan. “Bukan berarti kami menginginkan banjir kembali terjadi. Tapi ini merupakan bentuk keseriusan pemko dalam menangani ancaman banjir yang tentu berdampak besar bagi kehidupan masyarakat,” tekannya.
Sisi lain, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie menjelaskan, rakor bersama para lurah ini merupakan langkah konkret pemko dalam antisipasi sedini mungkin terkait ancaman banjir. “Seperti pendeteksian dini, evakuasi cepat, dan pendistribusian bantuan, semuanya kita bahas di sini,” paparnya.
Selain itu, kata Zaini, pihaknya juga melibatkan SKPD teknis ketika terjadi banjir. Misalnya Dinas Kesehatan akan berperan dalam memberi edukasi tentang upaya kesehatan masyarakat selama dan setelah banjir, termasuk pencegahan penyakit yang mungkin muncul.
Sedangkan Dinas Sosial akan fokus menyoroti rencana perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan keluarga kurang mampu. Sementara itu, camat, lurah dan ketua RT/RW diharapkan akan berperan aktif dalam memastikan informasi dan bantuan mencapai seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan akan terjadi pada Desember 2023 dan Januari 2024. Termasuk Kota Banjarbaru.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman mengungkapkan, untuk Desember 2023, pihaknya memperkirakan curah hujan di Banjarbaru akan berkategori tinggi, yaitu 300-400 mm per bulan, hampir di seluruh kecamatan. "Sedangkan sebagian kecil Kecamatan Cempaka diprediksi mengalami curah hujan lebih tinggi lagi, yaitu 400-500 mm per bulan," ujarnya.
Namun dari data itu, Arif menyebut bahwa sifat hujan yang terjadi di Kota Idaman ini umumnya diperkirakan masih normal. Kemudian, untuk Januari 2024, BMKG memprediksi curah hujan di Banjarbaru tetap berkategori Tinggi (300-400 mm per bulan). “Ini juga masih dengan pola curah hujan normal,” pungkasnya.
Kelurahan Rawan Banjir
1. Kecamatan Cempaka
- Kelurahan Cempaka
- Kelurahan Bangkal
- Kelurahan Sungai Tiung
2. Kecamatan Banjarbaru Utara
- Kelurahan Loktabat Utara
3. Kecamatan Banjarbaru Selatan
- Kelurahan Kemuning
- Kelurahan Guntung Paikat
- Kelurahan Loktabat Selatan
Editor: Sutrisno
Editor : Arief