AMUNTAI - Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan solidaritasnya untuk Palestina dengan berbagai cara. Selain menggalang dana untuk membantu rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajahan Israel, warga juga mengibarkan bendera Palestina di ruang publik sebagai simbol dukungan.
Salah satu tempat yang menjadi lokasi pengibaran bendera Palestina adalah Jembatan Baja Tangga Ulin, Desa Tangga Ulin, Kecamatan Amuntai Tengah. Jembatan yang menjadi ikon wisata di HSU itu tampak berwarna hitam, hijau, putih, dan merah dari bendera Palestina yang berkibar di atasnya. Bendera tersebut tidak hanya satu, tapi puluhan.
Rian, salah satu warga HSU, mengatakan bahwa Palestina dan Indonesia memiliki hubungan yang erat sejak dulu. Ia mengingat bahwa Palestina adalah salah satu negara yang mengakui kedaulatan Indonesia saat kemerdekaan.
“Ya wajar saja kalau masyarakat Indonesia, khususnya di HSU, sangat mendukung rakyat Palestina dalam mempertahankan tanah air mereka. Kami merasa bersaudara dengan mereka,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Tangga Ulin Hilir, Alfian Noor. Ia mengatakan bahwa pemasangan bendera Palestina di jembatan desanya adalah inisiatif dari warga sendiri. Ia mengapresiasi sikap warga yang peduli dengan nasib rakyat Palestina.
“Warga kami yang memasang. Bendera hampir memenuhi area jembatan. Ini adalah bentuk dukungan warga pada perjuangan rakyat Palestina. Kami berharap Palestina bisa segera merdeka dan damai,” kata Alfian.
Sementara itu, Ahdiat Gazali Rahman, tokoh masyarakat di HSU yang aktif dalam aksi bela Palestina, mengungkapkan bahwa aksi galang dana untuk rakyat Palestina di Kota Amuntai berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 500 juta. Ia mengatakan bahwa ini menunjukkan kepedulian dan kemanusiaan warga HSU terhadap rakyat Palestina.
“Indonesia dan Palestina memiliki kedekatan sejarah. Selain itu, kami juga memiliki kesamaan agama. Kami tidak bisa tinggal diam melihat rakyat Palestina menderita. Kami berdoa agar Palestina bisa kembali damai,” tuturnya.
Editor: M. Ramli Arisno
Editor : Arief