Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Wartawan di Kalsel Jadi Caleg, Dewan Pers Desak Lakukan Ini

M Oscar Fraby • Selasa, 21 November 2023 | 11:02 WIB
POLITIK PRAKTIS: Dewan Pers mewanti-wanti bagi wartawan di Kalsel yang ikut mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2024.
POLITIK PRAKTIS: Dewan Pers mewanti-wanti bagi wartawan di Kalsel yang ikut mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2024.

BANJARMASIN - Dewan Pers mewanti-wanti bagi wartawan di Kalsel yang ikut mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) di Pemilu 2024, harus jujur. Wartawan tersebut diminta harus cuti atau melepaskan kegiatan jurnalistiknya selama perhelatan politik.

Ini yang utama. “Harus cuti,” tegas Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, Totok Suryanto, saat menerima kunjungan wartawan yang bertugas di DPRD Kalsel, kemarin (20/11).

Menurutnya, wartawan harus independen. Berpihak kepada rakyat. Jika wartawan sudah terlibat politik praktis, maka tak lagi independen. “Artinya dia berpihak kepada golongan, atau partai politik. Pers itu hanya boleh berpihak kepada satu saja. Publik atau rakyat, bukan yang lain,” tekannya.

Ketika pers masuk partai, tentu saja tak lagi menjalankan fungsinya. “Fungsi kontrol dan kritis pun tak akan berjalan. Dipastikan dia akan pro terhadap partai. Kawan-kawan (wartawan, red) yang maju di pemilu, tinggalkan sementara kewartawanannya,” tegasnya.

Bahkan, Totok menyarankan bagi wartawan yang menggunakan hak konstitusinya untuk dipilih di pemilu, sebaiknya mundur agar tak ada anggapan lain dari masyarakat. “Ini demi Anda (caleg wartawan, red) sendiri. Akan ada penilaian independensi dari rakyat,” ingatnya.

Totok juga mewanti-wanti agar perusahaan pers untuk jujur terhadap wartawannya yang belum melepaskan diri dari kegiatan jurnalistiknya. “Kuncinya jujur,” tukasnya.

Dalam pertemuan, ia juga menyinggung menjamurnya media online saat ini. Totok mengingatkan media online harus terverifikasi. “Tak ada larangan membangun media. Tapi, penuhi syaratnya. Ini untuk menjalankan fungsi pers itu sendiri,” ingatnya.

Apalagi ada fenomena tersendiri dengan menjamurnya media online ini. “Meski banyak, beritanya sama semua,” bandingnya.

Menurutnya, fungsi pers yang memberikan informasi akan semakin berjalan ketika masyarakat banyak mendapat berita. “Jangan ketika menerima rilis, sama semua. Akhirnya medianya pun tak bisa berkembang,” tambahnya.

Totok berharap media lokal bisa setara, bahkan mengalahkan level nasional. “Kalau kawan-kawan mau, pasti mampu. Bisa bersaing dengan media di nasional,” yakinnya, sembari mengingatkan untuk terus memperhatikan kode etik jurnalistik.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Zaini mengaku banyak mendapat masukan perihal aturan yang ada di Dewan Pers mengenai kegiatan jurnalistik. “Kami sengaja ke Dewan Pers untuk mendapatkan informasi, terkait pemberitaan yang profesional, berimbang, terutama dengan memperhatikan kode etik jurnalistik,” kata Zaini.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Wartawan #dewan pers #Kalsel #caleg