Program sosialisasi pencegahan pun dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin.
Salah satunya dengan mendatangi sekolah-sekolah di Banjarmasin. Di situ, DP3A Banjarmasin menggandeng para murid melakukan pencegahan.
Baru-baru ini, upaya sosialisasi pencegahan dilaksanakan DP3A di SMPN 3 Banjarmasin, pada Kamis (2/11) tadi. Sosialisasi, dikemas dalam workshop bertajuk 'Stop Bullying dan Kenakalan Remaja'.
Wakil Kepala SMPN 3 Banjarmasin Ramlah menyambut baik kegiatan yang digelar. Itu demi meningkatkan pemahaman para murid terhadap tindakan perundungan dan kenakalan remaja.
"Peserta yang mengikuti kegiatan ada 42 siswa. Mereka merupakan perwakilan dari sebanyak 22 kelas," ucapnya.
"Semoga dengan pengetahuan yang didapat bisa ditularkan ke siswa-siswi lainnya. Sehingga bisa menjadi benteng untuk menghindari perilaku tidak terpuji seperti perundungan dan lain sebagainya," harapnya.
Terpisah, Kepala DP3A Banjarmasin, M Ramadhan, kegiatan kunjungan ke sekolah digelar rutin. Dalam sepekan, ada dua hingga tiga sekolah yang didatangi.
"Baik SD maupun SMP," ucapnya, pada Minggu (5/11).
Ramadhan menjelaskan, perundungan seyogianya dapat dicegah dengan berbagai cara. Di sekolah, itu bisa dengan cara membuat program kebijakan pencegahan perundungan.
"Misalnya, membangun komunikasi efektif antara guru dan murid. Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif," jelasnya.
Kemudian, menyediakan bantuan kepada murid yang menjadi korban perundungan, hingga menggelar pertemuan berkala dengan orang tua atau komite sekolah.
"Aksi perundungan juga bisa dicegah dengan memperkuat pemahaman agama," tekannya.
Sedangkan upaya pencegahan yang bisa dilakukan orang tua di rumah, itu dengan melalui menerapkan komunikasi yang baik dalam keluarga.
"Mengembangkan kecerdasan emosional anak, mengembangkan kepercayaan diri, dan bijak dalam menggunakan gadget," tutupnya. (war)
Editor : Arief