****
BANJARMASIN - Proyek embung ini sebenarnya termasuk bagian dari masterplan dari penataan kampus di Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara itu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin kemudian membantu pembangunan embung tersebut.
Tujuannya untuk mengendalikan genangan (calap) dan banjir di kawasan Kayu Tangi.
ULM sendiri berdiri di perlintasan Sungai Kidaung dan Sungai Pangeran. Ketika dua sungai itu meluap, Jalan Hasan Basry pasti terendam.
Hasil koordinasi antara pemko dan universitas tertua di Banua itu membuahkan hasil. Fakultas Teknik ULM membuka kerja sama, diproses sejak 2022 kemarin.
Rencananya ada empat embung. Yang sedang digarap baru satu buah. Lokasinya bersisian dengan gedung pascasarjana dan lapangan tenis kampus. Sekilas, bentuk embung itu seperti huruf L.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiah mengatakan, ini bakal menjadi proyek percontohan embung di Banjarmasin ke depan.
"Tentang mengelola sebuah kawasan pengendali limpasan air atau banjir," ujarnya kemarin (1/11).
Idenya, luapan sungai dan limpasan hujan akan dialirkan ke embung tersebut.
"Tahun depan bakal ada tiga embung lagi yang dibangun," janjinya.
Kepala Bidang Sungai PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony menambahkan, luasan dan kedalaman keempat embung ini bervariasi.
Maka kebutuhan anggarannya pun berbeda. Tahap awal, dikucurkan Rp400 juta.
"Setiap embung yang dibangun akan dilengkapi dengan sembilan kolam konservasi," jelasnya.
"Soal kedalaman dan luasan embung, saya kurang hafal rinciannya. Tapi anggaran itu (Rp400 juta) juga dipakai untuk mengeruk sungai-sungai di kawasan ULM," tambahnya.
Kembali kepada Suri, embung tidak akan menjamin Banjarmasin bebas banjir 100 persen.
Partisipasi masyarakat juga dibutuhkan. Misalnya jangan membuang sampah ke sungai dan drainase. "Dan jangan mendirikan bangunan dengan menguruk," imbau Suri.
Sebatas Menampung Limpasan Hujan
DEKAN Fakultas Teknik ULM, Prof Iphan Fitrian Radam mengatakan embung ini bakal menjadi proyek percontohan.
"Bila berhasil, pembangunan ini akan diperbesar lingkupnya untuk Kota Banjarmasin," ujarnya kemarin (1/11).
Disinggung terkait daya tampung embung, Iphan mengaku belum bisa menyampaikan secara rinci.
Namun, ia mengakui embung ini baru sebatas untuk menampung air hujan. Belum bisa mengantisipasi air pasang sungai.
Sebab untuk sampai ke fungsi tersebut, harus ditambah lagi dengan sistem pintu air. "Sementara ini hanya mengantisipasi genangan air hujan yang menimbulkan genangan," terangnya.
"Teratasi dengan cepat. Tak sampai satu jam. Mungkin ketika hujan reda, genangan juga langsung hilang," ujarnya yakin.
Maka untuk penanganan air pasang sungai, tahun depan embung ini akan dikombinasikan dengan pembangunan pintu air di muara Sungai Kidaung.
"Proyek itu juga dikerjasamakan dengan Dinas PUPR," sebutnya.
Sebagai catatan untuk pemko, selain embung dan pintu air, drainase di sekitar kawasan ULM juga harus dibenahi.
"Harus ada perbaikan, supaya jangan sampai ketika permukaan air di embung rendah, tapi di atasnya justru tinggi," tegasnya. (war/az/fud)
Editor : Arief