Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kupiah Jangang Bakal Dibuatkan Perbup Tapin

Rasidi Fadli • Kamis, 2 November 2023 | 07:30 WIB
TELADAN: Sekda Tapin Sufiansyah mulai sering tampil dengan mengenakan kupiah jangang.
TELADAN: Sekda Tapin Sufiansyah mulai sering tampil dengan mengenakan kupiah jangang.

 

RANTAU – Terkait kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tapin khususnya laki-laki wajib memakai kupiah jangang yang terbuat dari akar pohon jangang saat bekerja di hari tertentu. Sekda Tapin Sufiansyah menginformasikan, kebijakan itu akan diberlakukan dalam waktu dekat ini. Ia yakin kalau terlaksana, akan menguntungkan untuk para perajin. “Kita yakin dengan kebijakan ini, akan berdampak ke perekonomian perajin,” ucapnya, Rabu (1/11).

Supaya kebijakan ini bisa dipatuhi setiap ASN laki-laki. Sekda berjanji dalam waktu dekat ini akan coba membuat Peraturan Bupati (Perbub) atau Surat Edaran (SE). “Jadi untuk hari pemakaiannya ditentukan Jumat, sesudah bekerja mereka bisa memakai untuk jumatan,” jelasnya.

Dengan kebijakan tersebut, selain bermanfaat untuk perajin, bisa juga sebagai media promosi untuk memajukan industri. “Saya sendiri setiap kali keluar daerah selalu membawa kupiah jangang. Tak sedikit yang langsung saya berikan ke teman yang berada di luar daerah,” akunya.

Ditambahkan Sekda, dengan dipakai secara langsung dan banyak yang menggunakan, bukan tak mungkin akan menambah minat masyarakat lain ke kupiah jangang. “Karena dengan melihat orang akan tertarik. Jadi anggap itu sebagai media promosi, untuk membantu para perajin,” tekannya.

Sebelumnya salah satu perajin kupiah jangang, Nurliana, mengaku senang dengan kebijakan ini. Ia mengatakan bahwa produknya akan lebih dikenal dan diminati oleh banyak orang. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang peduli dengan kami. Kami berharap kupiah jangang bisa menjadi ciri khas Tapin dan dikenal di seluruh Indonesia,” ungkap Nurliana, warga Beringin A Kecamatan Candi Laras Selatan.

Menurut Camat Candi Laras Selatan, Zaul Rahman, di wilayahnya ada 103 orang perajin kupiah jangang yang tersebar di lima desa. Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah dan akan membantu para perajin dalam hal bahan baku, peralatan, dan pemasaran.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan fasilitas dan bantuan kepada para perajin. Kami juga akan menggalakkan promosi dan sosialisasi tentang kupiah jangang kepada masyarakat,” tutur Zaul. (dly/al/ram)

 

Editor : Arief