Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pertahankan Suara, Prabowo Bakal Kampanye di Kalsel

M. Syarifuddin • Selasa, 31 Oktober 2023 | 07:06 WIB
 PERTAHANKAN SUARA: Calon Presiden Prabowo Subianto dalam dua kali pilpres sebelumnya selalu unggul di Kalsel. | FOTO: JUNI KRISWANTO/AFP PHOTO
 PERTAHANKAN SUARA: Calon Presiden Prabowo Subianto dalam dua kali pilpres sebelumnya selalu unggul di Kalsel. | FOTO: JUNI KRISWANTO/AFP PHOTO
BANJARMASIN - Mendulang suara signifikan di Kalsel pada Pilpres 2019 lalu, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto diminta kembali berkampanye di Banua. Keinginan itu disampaikan Partai Gerindra Kalsel, kemarin (30/10).

Alasannya, suara yang begitu besar saat Pilpres lima tahun lalu, membuktikan Prabowo disukai warga Kalsel. “Memang untuk jadwal belum ada. Namun, kami akan mengupayakan beliau (Prabowo, red) bisa berkampanye di Kalsel,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, Ilham Nor.

Demi mendatangkan Prabowo, pihaknya akan melakukan konsolidasi dulu dengan partai politik (parpol) koalisi pengusung Prabowo-Gibran di Kalsel. “Nanti pada rapat konsolidasi akan dikemukakan usulan ini,” cetusnya.

Bagi Prabowo, dukungan suaranya di Kalsel dalam dua kali pilpres begitu berarti. Ia selalu memenangi pesaingnya. Contohnya di Pilpres 2019 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno meraih kemenangan telak atas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kala itu, pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh 1.470.163 suara atau 64,09 persen.

Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya meraih 823.939 suara atau 35,91 persen.
Lima tahun sebelumnya, Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa juga unggul tipis atas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Saat itu Prabowo-Hatta meraih 941.809 suara atau 50,05 persen. Sementara Jokowi-JK meraih 939.748 atau 49,95 persen.

Gerindra Kalsel yakin suara Prabowo bakal kembali signifikan dan memenangkan Pilpres 2024. “Bahkan kami yakin suara Prabowo di Kalsel semakin bertambah dibanding pilpres lalu,” yakinnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mohammad Effendi menganalisis hadirnya tiga pasang calon presiden akan membuat suara akan terbagi-bagi.

Mantan Komisioner KPU Kalsel itu membandingkan dengan Pilpres 2019 lalu, hanya ada dua calon. Pemilih tentu tak ada punya alternatif opsi kala itu, selain pasangan yang ada. Berbeda dengan saat ini, pemilih punya pilihan di antara dua calon lain. “Ini yang akan membuat suara pemilih nanti semakin berpeluang terbagi-bagi,” sebutnya.

Tak hanya suara Ganjar Pranowo dari simpatisan PDI Perjuangan yang diprediksi bakal terdampak akibat Gibran maju berpasangan dengan Prabowo. Tapi, suara Prabowo juga bakal ikut terdampak dengan hadirnya calon lain, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Kuatnya kultur agama di Kalsel, menambah suara pada pilpres kali ini semakin berpeluang terbagi-bagi. Munculnya nama Mahfud MD dan Muhaimin dari kader Nahdlatul Ulama (NU) sebagai cawapres, membuat hasil pilpres di Kalsel semakin ketat. “Sekali lagi, karena kali ini tidak head to head seperti dulu. Ditambah warna lain yakni kultur organisasi agama, maka suara di Kalsel nanti bakal ketat,” paparnya.

Pengamat politik FISIP ULM, Mahyuni juga punya analisis yang sama. Ia memperkirakan suara PDI Perjuangan akan pecah. Ada figur Gibran yang berpasangan dengan Prabowo. “Di Kalsel tak seperti di Pulau Jawa yang mana simpatisan mereka sangat kuat terhadap partai. Di Kalsel lebih memilih figur,” bandingnya.

Mahyuni menganalisis pemilih yang memilih figure Jokowi pada pilpres lalu, bisa saja memilih Gibran. Namun pemilih Prabowo lalu, juga tak serta merta bakal memilihnya. “Di pilpres kali ini ada tiga pasangan calon. Bisa saja dulu yang memilih Prabowo karena tak ada pilihan lain, mengalihkan pilihannya ke calon lain,” sebut mantan Ketua Bawaslu Kalsel itu.

Dari analisisnya, Mahyuni yakin suara Prabowo di Kalsel tak dominan seperti pilpres lima tahun lalu. “Apalagi akan ada perebutan suara dari warga NU yang dua kadernya maju sebagai cawapres,” ingatnya.

Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono mengingatkan siapapun capres atau cawapres yang melakukan rapat umum atau kampanye akbar, harus sesuai aturan. Selain sesuai jadwal, juga memiliki izin dan ada pelaksana serta petugas kampanye. “Yang pasti ada aturan khusus. Termasuk tempatnya sesuai yang disepakati bersama KPU,” tegas Aries, kemarin.

Ia juga menegaskan saat kampanye juga harus mematuhi larangan. Misalnya, memberikan uang atau materi kampanye yang nominalnya lebih dari Rp100 ribu. “Pada dasarnya, asal sesuai aturan,” tekannya.

Kampanye rapat umum pilpres sendiri akan digelar selama 21 hari. Jadwalnya pada 21 Januari sampai 10 Februari 2024. Sementara kampanye metode lain, seperti pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye di tempat umum, debat pasangan calon presiden dan wakil presiden, dan media sosial dilaksanakan mulai 28 November sampai 10 Februari 2024 mendatang.(mof/gr/dye) Editor : Arief
#Prabowo Subianto